:Referensimaluku.id, -Ambon – Dari Aceh hingga Merauke, pengalaman panjang membentuk karakter kepemimpinan AKBP Ir. Untung Sangadji. Kini, ia menyatakan siap kembali ke Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bukan untuk beristirahat, melainkan membawa sebuah cetak biru pembangunan yang disebutnya sebagai “17 lompatan besar”.
Dalam wawancara eksklusif bersama sejumlah awak media, Untung menegaskan bahwa gagasan tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan rencana terukur yang siap dijalankan jika mendapat kepercayaan masyarakat.
“Ini bukan mimpi. Ini cetak biru. Semua sudah dihitung,” tegasnya.
Ia menyebut, SBB akan diarahkan menjadi “laboratorium kemakmuran” di kawasan Timur Indonesia melalui program-program yang menyasar sektor energi, perikanan, pertanian, industri, hingga kesejahteraan sosial.
Salah satu program utama adalah revolusi energi berbasis air sungai untuk menggantikan ketergantungan pada BBM solar. Selain itu, ia merancang pembangunan industri pengalengan ikan dan udang, serta cold storage berkapasitas 100 ton guna menjaga stabilitas harga dan kualitas hasil laut.
Tak hanya itu, Untung juga menargetkan pengembangan kawasan perikanan modern seluas 10.000 hektar yang diproyeksikan mampu menembus pasar nasional hingga Asia Tenggara.
Di sektor darat, SBB dirancang menjadi lumbung pangan Maluku melalui penguatan pertanian dan peternakan mandiri. Sementara di sektor industri, akan dibangun galangan kapal niaga tipe B serta pabrik pengolahan hasil pertanian dan buah.
Program sosial juga menjadi perhatian serius. Untung menjanjikan penghapusan status honorer melalui pelatihan kerja hingga pengangkatan pegawai tetap, pembangunan perumahan bagi kaum dhuafa lintas agama, hingga penyediaan beasiswa penuh bagi anak-anak berprestasi.
Ia juga mengusung kebijakan yang terbilang berani, yakni pemerintah wajib membeli hasil tangkapan nelayan tradisional dengan harga layak, serta pembagian 10.000 sertifikat tanah gratis untuk warga.
Tak ketinggalan, sektor pendidikan dan ekonomi desa akan diperkuat melalui integrasi SMK dengan unit produksi di setiap desa, sehingga generasi muda tidak perlu merantau untuk bekerja.
Di bidang keagamaan, Untung bahkan merancang skema pemberian gaji bulanan bagi tokoh agama sebagai bentuk penghormatan terhadap peran mereka dalam menjaga moral masyarakat.
“Semua program ini bukan berdiri sendiri. Ini satu sistem besar yang saling terhubung,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Untung melemparkan pertanyaan reflektif kepada masyarakat SBB.
“Apakah kita masih ingin bertahan di pola lama, atau memilih melompat ke masa depan yang sudah disiapkan?” ujarnya.
Dengan membawa 17 program strategis tersebut, Untung Sangadji menegaskan bahwa pengabdiannya belum selesai. Pensiun dari institusi kepolisian, menurutnya, justru menjadi awal untuk tugas baru membangun tanah kelahirannya.(RM-06)










Discussion about this post