Referensimaluku.id,– Ambon– Di balik tembok pembinaan, semangat ketahanan pangan tumbuh subur. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menggelar panen sayur selada sebagai wujud nyata komitmen institusi pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan yang berlangsung di area kebun pembinaan Rutan Ambon ini melibatkan jajaran pegawai dan warga binaan pemasyarakatan, Jumat (29/05).
Panen selada yang terus dilakukan secara konsisten ini menjadi bukti bahwa lahan pembinaan mampu dioptimalkan sebagai sumber produksi pangan yang berkelanjutan. Pada panen kali ini, hasil yang diperoleh mencapai 3 kilogram sayur selada segar yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Rutan Ambon.
Plt Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, menegaskan bahwa program ketahanan pangan bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan bagian inti dari strategi pembinaan yang menyentuh dua sisi sekaligus produktivitas institusi dan pemberdayaan warga binaan.
“Melalui kegiatan pertanian seperti panen selada ini, kami ingin menanamkan semangat produktif, disiplin, dan keterampilan bagi warga binaan. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan yang diharapkan dapat memberikan bekal positif bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujar Jefry.
Jefry menambahkan, keberhasilan panen yang konsisten mencerminkan pengelolaan lahan pembinaan yang berjalan dengan baik. Program ini tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan internal Rutan, tetapi juga menjadikan kebun pembinaan sebagai ruang edukasi pertanian yang nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam membangun nilai-nilai fundamental seperti rasa tanggung jawab, kerja sama tim, dan motivasi untuk terus berkembang nilai yang kelak menjadi modal penting saat warga binaan kembali ke masyarakat.
Antusiasme pun terpancar dari para warga binaan yang terlibat. Salah satunya, R.Z, mengaku merasakan manfaat besar dari program pertanian ini.
“Beta merasa senang karena bisa belajar bercocok tanam di dalam Rutan. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Selain itu, kami juga diajarkan bagaimana merawat tanaman dengan baik sampai bisa dipanen seperti sekarang,” ungkap R.Z.
R.Z berharap keterampilan pertanian yang diperolehnya dapat menjadi bekal hidup setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.
Melalui program panen yang terus bergulir ini, Rutan Ambon membuktikan bahwa institusi pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ladang pembinaan yang produktif. Kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional pun semakin mengakar kuat dari balik jeruji besi. (RM-06)










Discussion about this post