Referensimaluku.id, -Ambon — Penutupan sementara puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku kian menuai sorotan. Sebanyak 53 dapur diketahui disuspensi, menyusul gelombang penertiban yang juga terjadi di wilayah Indonesia Timur dengan total mencapai 1.256 dapur.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik, terutama setelah muncul sejumlah kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program tersebut.
Pengamat sosial masyarakat , Herman Siamiloy, menilai, persoalan utama terletak pada lemahnya pengawasan di tingkat pelaksana, khususnya oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) bersama mitra pengelola dapur.
“Pengawasan sangat lemah. Ini yang jadi akar masalah. SPPG dan mitra diduga tidak menjalankan fungsi kontrol secara maksimal,” ujarnya.
Ia menyebut, indikasi kelalaian bahkan membuka kemungkinan adanya praktik “bermain mata” antara pihak SPPG dan mitra dapur, sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa tidak lagi menjadi prioritas utama.
“Yang penting makanan sampai ke sekolah, tapi aspek kelayakan dan keamanan pangan diabaikan. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Padahal, dalam sistem yang seharusnya berjalan, pengawasan dilakukan oleh tenaga ahli gizi untuk memastikan setiap menu memenuhi standar kesehatan dan layak konsumsi. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
“Kalau pengawasan berjalan sesuai prosedur, tidak mungkin sampai terjadi keracunan pada siswa,” katanya.
Ia menegaskan, langkah penghentian operasional terhadap 53 dapur tersebut harus menjadi momentum evaluasi total. Bahkan, dapur yang sudah disuspensi disarankan tidak lagi diberi izin untuk beroperasi kembali.
“Jangan dibuka lagi. Lebih baik diganti dengan pengelola baru yang benar-benar diawasi ketat,” ujarnya.
Menurutnya, pembenahan sistem pengawasan menjadi kunci agar program MBG tidak terus memakan korban, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah tersebut.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Tidak boleh ada kompromi,” pungkasnya. (RM-06)










Discussion about this post