Referensimaluku.id,–AMBON– Ada yang konsisten di setiap menjelang Idul Adha di Maluku: kehadiran Febry Calvin Tetelepta dengan hewan kurbannya. Minggu (24/5/2026), untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut, politisi muda Maluku itu kembali membuktikan janjinya kepada masyarakat.
Didampingi pengurus KNPI dan sejumlah kerabat dekat, Febry menyerahkan satu ekor sapi kurban di Masjid Raya Al-Fatah dan satu ekor sapi lainnya di Masjid Agung An-Nur. Sebelumnya, mantan Tenaga Ahli KSP era Presiden Joko Widodo itu juga telah menyerahkan 12 ekor kambing kurban kepada warga di tujuh negeri di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Kedatangan Febry di Negeri Batu Merah berlangsung penuh kehangatan. Raja Batu Merah, Ali Hatala, beserta pengurus masjid dan warga setempat menyambut kedatangannya dengan tarian hadrat yang dibawakan remaja masjid sebuah penghormatan yang jarang diberikan sembarangan.
Sebagai simbol penerimaan adat, Raja Batu Merah mengalungkan syal khas Negeri Batu Merah kepada Febry di hadapan warga yang hadir.
“Selamat datang Pak Febry, terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Batu Merah,” ucap Ali Hatala.
Rasa syukur warga pun tak terbendung. “Pak Febry ini orang baik. Setiap tahun beliau tidak pernah lupa dengan kami warga Batu Merah,” ujar Ibu Sari, salah satu warga yang hadir.
Bagi Febry, berbagi kurban bukan sekadar rutinitas tahunan — melainkan cerminan nilai yang ia pegang erat.
“Sudah menjadi tradisi bagi saya untuk terus berbagi, khususnya di Masjid Al-Fatah dan Batu Merah. Saya berjanji akan terus hadir dan berbagi bersama warga di sini,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi yang kian berat sebagai alasan mengapa semangat berbagi justru harus semakin diperkuat.
“Di tengah kehidupan ekonomi yang semakin sulit, khususnya di Maluku, kita harus saling berbagi. Kita bangga sebagai anak Ambon dan anak Maluku yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan toleransi,” tandas Febry.
Raja Batu Merah, Ali Hatala, menutup dengan kalimat yang merangkum makna hari itu dengan sederhana namun dalam.
“Ini bukan hanya soal kurban, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi menjelang Idul Adha,” tutupnya.
Tujuh tahun, tujuh kali hadir, tak pernah absen. Bagi warga Maluku, Febry Calvin Tetelepta bukan sekadar nama ia adalah wajah yang selalu dinantikan setiap Idul Adha tiba. (RM-04)









Discussion about this post