Referensimaluku. Id, –Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar konferensi pers terkait Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026, yang berlangsung di Media Center Unpatti, Jumat (20/2).
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, menjelaskan bahwa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 masih menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian. Namun, tahun ini terdapat pembaruan kebijakan dengan diberlakukannya Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen validasi nilai rapor.
Ia menegaskan, peserta yang dinyatakan lulus melalui jalur SNBP wajib melakukan registrasi ulang dan tidak diperkenankan mengikuti jalur seleksi lain di perguruan tinggi negeri selama dua tahun jika mengundurkan diri.
Sementara itu, untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), peserta diwajibkan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang mencakup Tes Potensi Skolastik, literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp200 ribu dan terbuka bagi lulusan 2024, 2025, dan 2026, termasuk lulusan Paket C dengan batas usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.
Pelaksanaan UTBK akan dipusatkan di Kampus Ambon, dengan sejumlah subpusat di wilayah Maluku seperti Tual, Saumlaki, Dobo, dan Tiakur, serta rencana penambahan lokasi di Bula.

Untuk tahun 2026, Unpatti mendapatkan kuota 7.026 mahasiswa baru yang tersebar di 82 program studi. Distribusi kuota terdiri dari 40 persen jalur SNBP (sekitar 2.810 kursi), 30 persen SNBT (sekitar 2.108 kursi), dan 30 persen jalur mandiri.
Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni Dr. Nur Aida Kubangun menjelaskan bahwa program KIP Kuliah merupakan kelanjutan dari Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, sejak 2025 penetapan penerima KIP Kuliah dilakukan langsung oleh kementerian, sementara perguruan tinggi hanya melakukan verifikasi data berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Penerima KIP Kuliah diprioritaskan bagi mahasiswa pada desil 1 hingga 4 atau kategori miskin ekstrem hingga rentan miskin,” ujarnya.
Pada 2025 tercatat 3.750 pendaftar KIP Kuliah di Unpatti, namun yang ditetapkan sebagai penerima sebanyak 1.693 mahasiswa. Saat ini jumlah penerima aktif KIP Kuliah di Unpatti mencapai lebih dari 6.000 mahasiswa.
Selain KIP Kuliah, Unpatti juga menyediakan berbagai program beasiswa lain seperti Beasiswa Unggulan, Beasiswa Afirmasi Daerah, serta beasiswa kerja sama dengan mitra industri. Khusus mahasiswa Program Studi Kedokteran, tersedia beasiswa afirmasi dari Kementerian Kesehatan dengan pembiayaan penuh serta penempatan kerja di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) setelah lulus. (RM-06)










Discussion about this post