Referensimaluku.id, -AMBON – Ruas jalan utama penghubung Kota Ambon dari kawasan Galala hingga Lateri lumpuh total pada Kamis (16/4/2026). Antrean kendaraan mengular panjang hingga ratusan meter, memaksa pengendara roda dua maupun roda empat merayap pelan atau bahkan berhenti sama sekali di terik matahari.
Kemacetan parah ini dipicu oleh aktivitas pemangkasan pohon raksasa yang dilakukan secara gabungan oleh personel TNI AL dan teknisi PLN Area Ambon. Kegiatan yang bertujuan untuk perawatan jaringan listrik dan mitigasi bahaya pohon tumbang ini ternyata memakan sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas tersendat drastis.
Suasana di Lapangan: Klakson Bersahut-sahutan
Berdasarkan pantauan Referensimaluku.id di lokasi sejak pukul 09.00 WIT, suasana di titik pekerjaan terlihat padat merayap. Kendaraan dari arah pusat kota menuju Passo dan sebaliknya terjebak dalam antrean statis. Suara klakson kendaraan bersahut-sahutan menandakan ketidaksabaran para pengguna jalan.
Di titik eksekusi, sejumlah pohon besar yang rantingnya sudah terlalu dekat dengan kabel tegangan menengah sedang dipangkas menggunakan gergaji mesin. Serpihan dahan dan batang pohon sesekali jatuh ke bahu jalan, mempersempit lajur yang tersedia.
“Padat sekali, Mas. Biasanya lancar, hari ini bisa satu jam cuma buat lewat dari Galala ke Lateri. Padahal saya ada urusan mendesak,” keluh salah seorang pengendara ojek online, sambil menyeka keringat di balik helmnya.
Minim Sosialisasi, Pengendara Terkejut
Meski tujuan kegiatan mulia untuk keselamatan bersama, banyak pengendara mengaku terkejut karena minimnya pemberitahuan sebelumnya. Tidak terlihat papan peringatan dini (early warning) yang dipasang jauh-jauh hari di titik-titik strategis sebelum lokasi pekerjaan.
“Kalau tahu begini macetnya, mending saya putar arah atau berangkat dari pagi buta. Setidaknya dikasih tahu dulu lah, biar kita bisa cari jalan alternatif,” ujar seorang ibu rumah tangga yang terjebak macet sambil menggendong anaknya.
Pengaturan Lalu Lintas Dibantu Personel TNI AL
Menyikapi kepadatan yang tak terhindarkan, personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polresta Ambon yang dibantu oleh beberapa anggota TNI AL terlihat sigap mengatur arus kendaraan. Mereka melakukan sistem buka-tutup jalan (one-way system) secara bergantian untuk memberi ruang bagi alat berat dan pekerja saat memotong dahan.
Meski upaya pengaturan telah dilakukan, volume kendaraan yang tinggi membuat proses buka-tutup ini memakan waktu lama. Kendaraan harus menunggu cukup lama di satu sisi sebelum mendapat giliran melintas.
PLN dan TNI AL: Langkah Preventif Demi Keselamatan
Dikonfirmasi di lokasi, perwakilan PLN Area Ambon menyatakan bahwa pemangkasan ini merupakan langkah preventif mendesak. Sejumlah pohon di jalur tersebut dinilai sudah terlalu rimbun dan berpotensi menggangu jaringan listrik serta membahayakan pengguna jalan jika terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem.
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Ini demi keselamatan bersama agar tidak ada pohon tumbang yang memutus aliran listrik atau menimpa kendaraan nanti. Kami berusaha bekerja secepat mungkin,” jelas seorang teknisi PLN di sela-sela kesibukannya.
Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 11.30 WIT, proses pemangkasan masih berlangsung dan kemacetan masih terpantau mengular. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari ruas jalan Galala-Lateri jika tidak memiliki urusan mendesak, atau bersabar mengantri dengan tetap menjaga ketertiban.
Disarankan bagi pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif melalui jalan lingkar atau menunda perjalanan hingga kegiatan pemangkasan selesai pada sore hari nanti. (RM-04)








Discussion about this post