Referensimaluku.id, –AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Kantor OJK Maluku, Selasa (14/4/2026). Fokus utama rapat adalah memperluas inklusi keuangan sebagai kunci kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menekankan empat agenda prioritas TPAKD:
1. Penguatan Ekonomi Digital: Memperluas transaksi non-tunai melalui QRIS, khususnya pada sektor kuliner ikonik.
2. Penanggulangan Kemiskinan: Mengalihkan fokus perbankan dari kredit konsumtif ke kredit produktif (KUR) untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
3. Literasi Keuangan Generasi Muda: Menggalakkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
4. Perlindungan Pekerja: Menguatkan Program BETA (Baku Kele Pekerja Rentan Ambon) dan peran pemuda dalam industri kreatif.
Wali Kota juga melaporkan bahwa angka kemiskinan Kota Ambon berhasil turun menjadi 4,34% pada tahun 2025, dengan inflasi Maret 2026 terkendali di angka 3,18%.
Sementara itu, Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, menargetkan inklusi keuangan di Ambon mencapai 98% sejalan dengan visi nasional 2045. Langkah strategis yang akan diambil meliputi penyusunan kurikulum literasi keuangan untuk SMP dan perluasan agen Laku Pandai di daerah terpencil. OJK juga mendorong business matching bagi UMKM agar dapat bersaing dan masuk dalam ekosistem. (RM-06)










Discussion about this post