Referensimaluku.id, Ambon – Berawal dari baku ejek di pantai persis saat liburan tahun baru, Sabtu (3/1/2026) di pantai Saparua Kota, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku di mana salah satu pelaku diduga diejek orang tak dikenal dengan ejekan pacaran dengan cewek berwajah jelek (dialeg Ambon disebut “muka busu”), akhirnya picu bentrokkan (baku bakalai) antara kelompok pemuda Desa Tuhaha dan pemuda Saparua kota.
Imbasnya, seorang pemuda Saparua kota bermarga Pattiasina yang tidak tahu masalah menjadi korban pelampiasan amarah sekelompok pemuda Tuhaha hingga kini kritis di rumah sakit Saparua, sedangkan satu pemuda Tiouw bermarga Pieters hampir kehilangan nyawa setelah dipukuli dengan kayu balok persis di wajah dan rahang.
Beruntung dia dapat diselamatkan warga Saparua kota yang menyerang balik. Untuk menghalangi kepulangan warga Tuhaha ke kampung halaman, warga Saparua kota berupaya menghadang dengan lemparan batu dan kayu seadanya, namun upaya mereka membalas dendam ke pemuda Tuhaha gagal dilakukan karena mobil truk yang mengangkut puluhan pemuda Tuhaha dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Kapolsek Saparua AKP Semuel Leimena yang dikonfirmasi Referensimaluku.id, Selasa (6/1) petang belum memberikan klarifikasi dan konfirmasi di balik insiden berdarah di awal tahun 2026 ini.
Sementara itu Kasi Humas Polresta Ambon Ipda Janet Luhukay yang dikonfirmasi media siber ini mengatakan belum mendapat informasi resmi mengenai insiden di Saparua Kota itu. “Nanti saya akan cek di Kapolsek Saparua,” tutup Luhukay. (RM-03)










Discussion about this post