Referensi Maluku.id,Ambon,- Sikap tak tahu malu dan tak tahu aturan dilakoni para pemangku kepentingan yang sejauh ini mengelola Proyek Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Proyek ini dikerjakan sejak Juli 2025 tapi mandek sampai saat ini. Imbasnya mandor lapangan mengundurkan diri karena upah yang diberikan tak sesuai kesepakatan awal.
Anehnya, di saat proyek yang nyata-nyata sedang tidak ada aktivitas saat ini, tiba-tiba diaktifkan lagi seolah-olah pemgerjaan proyeknya tanpa masalah menyusul rencana kedatangan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi, ke Kota Ambon untuk meninjau kesiapan sarana prasarana pelabuhan Yos Sudarso Ambon maupun meninjau langsung aktivitas pekerjaan proyek pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang baru.
Informasinya General Manager Pelindo Ambon memerintahkan agar pekerja proyek mulai melakukan aktivitas di lokasi. Ini dilakukan untuk mengelabui niat busuk mereka. Padahal nyatanya proyek tersebut tidak ada aktivitas sampai kini. Dasar “pembohong besar”.
Desakan pencopotan persoalan General Manager Pelindo Ambon pun mengemuka ke publik.
“Jadi itu sesuai arahan GM Pelindo yang disampaikan di WAG, ini fakta,” beber sumber media siber ini, ketika meneruskan pesan WAG, Selasa,16/12/2025).
Menaggapi hal tersebut, Sekretaris Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku Muhamad Gurium mengungkapkan, jika memang terjadi hal demikian, maka patut dipertanyakan sejauh mana langkah oknum-oknum tersebut dalam mengelola proyek pemerintah dalam hal ini Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang baru.
Gurium yang juga praktisi hukum itu berujar, proyek itu dibangun dengan uang negara bukan uang pribadi, sehingga perlu perhatian pemangku kepentingan lebih khusus aparat penegak hukum di Maluku. “Artinya harus ada atensi dari aparat penegak hukum biar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” jelas Gurium.
Dia berujar Kejati Maluku sebagai aparat penegak hukum alangkah baiknya turun melakukan investigasi terhadap proyek ini. Karena diduga dari awal pekerjaan sudah ada kongkakikong dari pihak tersebut.
“Ini kan dugaan nepotisme sudah ada dari awal, makanya proyek baru dibangun belum apa-apa sudah mandek dalam pekerjaan. Apalagi ada arahan pimpinan bilang jelang kunjungan Menteri Perhubungan jadi aktifkan kembali pekerjaan di lapangan. Saya kira niat ini saja sudah masuk kategori kejahatan,” bebernya.
Karena itu, lanjut Gurium yang juga mantan Sekretaris DPC GMNI Ambon itu, aparat penegak hukum harus berani masuk usut hal ini.
“Bukan kita mau menakut nakuti orang, tapi kita lakukan pencegahan dari awal lebih baik, daripada terjadi masalah besar di kemudian hari baru berujung penegakan hukum, itu yang harus diintisipasi dari sekarang. Dan tugas kita sebagai LSM mendorong hal ini agar ada perhatian bersama,” pungkas Gurium.
Sebelumnya diberitakan, salah satu proyek yang didesain sebaik mungkin untuk menjawab konektivitas nasional di kawasan Timur Indonesia yakni di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, diduga berbau nepotisme.
Hal ini disebabkan lebih kurang sebulan ini tidak ada aktivitas di lokasi proyek. Padahal proyek baru dikerjakan pada Juli 2025 lalu, dengan Penggungjawab dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Data yang dihimpun Media Siber ini di lokasi proyek, beberapa mandor proyek memilih mundur dari pekerjaan. Tak tahu alasannya apa, tapi ada indikasi kuat, pembayaran atau upah yang diterima tidak sesuai dengan volume yang dikerjakan.
“Banyak mandor lapangan sudah minta barhenti kerja itu. Bisa jadi karena upah kerja,” beber salah satu sumber di Lokasi Proyek.
Tak hanya itu, proyek yang dikerjakan dengan anggaran Multi Years ini diduga terjadi nepotismen besar-besaran. Bagaimana tidak, proyek ini milik Pelindo, yang kerjakan anak perusahaan Pelindo, dan dari situ anak perusahaan tunjuk Sub Kontraktor Lokal yang tidak punya modal mumpuni untuk menangani proyek tersebut.
“Jadi ini kantornya anak perusahaan Pelindo, namanya PPI (Pelindo Property Indonesia) dan dia kasi sub kontraktor dari lokal yang tidak punya modal, jadi ini ada kepentingan besar sekali. Imbasnya proyek tidak ada aktivitas hampir sebulan ini,” beber sumber itu lagi.
Baginya, lanjut dia, setiap proyek yang baru dikerjakan harus berjalan terus. Mengapa proyek pemerintah dengan anggaran besar begitu, tapi pekerjan bisa mandek. “Ini kan perlu dipertanyakan. Harus ada atensi dari pihak berkepentingan,” sebutnya.
Satu lagi,kata dia, jika turun hujan di Ambon dan sekitarnya, meskipun intensitas kecil tapi areal depan Terminal tergenang air. Ini karena selokat got tidak ada akses air mengalir dan pihak pekerja proyek sampai hari ini pun tidak ada di lokasi proyek sehingga jika hujan air tetap tergenang.
Sementara itu, Humas Pelindo Ambon Octaviana A, yang dikonfirmasi mengaku, progres pekerjaan proyek pelabuhan Yos Sudarso Ambon sudah mencapai target 5 persen.
“Jadi kemarin kan sudah disampaikan pak GM (General Manager Pelindo Cabang Ambon) juga bahwa progres pekerjaan sudah 5 persen, dan kalau bilang orang-orang tidak kerja kan tidak mungkin. Kalau orang tidak kerja tidak mungkin progres ada jalan,” singkat dia.(RM-02)










Discussion about this post