REFMAL.ID, TUAL– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual gencar mengembangkan program UMKM, khususnya di bidang kuliner.
Produk makanan ringan yang dibuat oleh warga binaan ini kini semakin diminati masyarakat. Buktinya, dalam seminggu hasil produksi sebanyak 200 paket habis terjual.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, kepada media ini Selasa (8/7/2025) mengatakan, warga binaan memiliki potensi besar untuk itu terus dikembangkan agar menjadi peluang ekonomi yang lebih luas bagi mereka setelah bebas.
Program ini juga didukung oleh berbagai pihak untuk pemasaran, termasuk dinas terkait dan masyarakat umum.
“Dengan adanya dukungan ini, diharapkan stigma negatif terhadap warga binaan dapat diubah, dan mereka dapat diterima kembali di masyarakat dengan bekal keterampilan dan kepercayaan diri yang baru,” ungkap Nurchalis.
Sementara itu, Kasubsi Giatja, Madjid Ohorella, mengungkapkan, program pembinaan di Lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga binaan dan mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
program pembinaan di Lapas, khususnya yang terkait dengan produksi makanan ringan, membekali warga binaan dengan keterampilan baru yang dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat.
Penggunaan teknologi modern dalam produksi makanan ringan, serta mendapatkan sertifikasi dari instansi terkait, untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan.
Warga binaan di Lapas mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat. Hal ini membantu mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap warga binaan dan memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Dampak positif dari program ini seperti peningkatan ekonomi warga binaan, pengurangan tingkat pengangguran, dan pengurangan angka residivisme (kembali melakukan tindak pidana) serta kolaborasi antara lapas dengan pihak-pihak lain, seperti dinas terkait, pengusaha lokal, atau bahkan masyarakat umum, dalam mendukung program UMKM warga binaan.
“Pengembangan UMKM makanan ringan di Lapas menjadi lebih besar, dengan membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan atau restoran,” papar Ohorella. (RM-07)










Discussion about this post