REFMAL.ID,-AMBON – Sejumlah Pelanggan platform Belanja Online Shoppe kesal atas perlakuan manajemen Shoppe Ambon di kantor Shoppe JL Mardika Senin,23/6.2025.
Kekesalan pelanggan Shoppe atas bobroknya manajemen pelayanan yang dilakukan kepada pelanggan. Terlihat beberapa pelanggan yang ingin mengambil paketnya dikantor shoppe. Mereka kesal atas ulah oknum pegawai dan satpam pada kantor shoppe, beberapa pelanggan mengaku barangnya tidak diantar kurir dan barang yang diambil sendiri ke kantor Shoppe tapi tidak digubris dengan dalih jika belanja online harus sabar , pake diantar kurir.
Sementara sejumlah pelanggan mengaku paket yang dikirim bukan paket Cash on Delivery (CoD) dan tertera di aplikasi sudah masuk beberapa hari tetapi paketnya tidak diantar. Bahkan nomor kontak kurir yang diminta untuk dihubungi, oknum satpam berdalih pesan belum proses pengantaran sehingga belum diketahui nama kurir.
Salah satu pelanggan paketnya telah masuk sejak tgl 18 juni tetapi tidak diantar kurir dan sudah berkali-kali bolak balik kantor Shoppe namun tidak dilayani dengan baik. Bahkan ada yang diminta balik lagi tetapi tidak mendapatkan kepastian keberadaan paket milik mereka.
Bahkan ada yang mengatakan paketnya sering dikembalikan tanpa ada pemberitahuan kepada penerima paket, tiba-tiba pada aplikasi terbaca paket dikembalikan
Salah satu pelanggan bahkan mengatakan “ Tidak seperti JnT dan JNE yang kalo kita ambil sendiri, dilayani dengan baik barang kita dicari sampai ketemu, dan kurir sebelum lakukan pengantaran sudah menghubungi bahkan mengirim WA pemberitahuan.
Tapi ini paket tidak diantar tidak ada pemberitahuan. Kita ambil sendiri malah diperlakukan seperti ini. Ini kan barang kita, bukti pengiriman barang ada” ujarnya kesal
Kekesalan karena manajemen buruk pada kantor pelayanan Shoppe Ambon, sempat dipertanyakan salah satu pelanggan, oknum Satpam malah berdalih dan menyarankan jika kurir tidak mengantar barang lakukan complain pada Toko onlinenya. Aneh jika barang telah sampai pada gudang pengantaran tetapi justru disarankan untuk komplain jika belum pengantaran.
Putri yang barangnya masuk sejak tanggal 21 Juli tetapi tidak diantar dan ingin mengambil barangnya ke kantor Shoppe tetapi tidak dilayani. Mendapat jawaban menunggu saja kurir lakukan pengantaran, sementara barang yang dipesan adalah tugas kuliah yang akan dipakai.
Ida nama samara juga nampak kesal dengan ulah oknum Satpam “kita gak mau tau yang kita tau barang kita mana? barangnya masuk ke sini ini kan tanggung jawab shoppe, sekarang barang kita tidak diantar. Kurir tidak bisa dihubungi sekarang kita melapor ke manajemen shoppe. Siapa yang bertanggungjawab di sini ? Managernya mana? kan ada admin bisa dilihat barangnya dimana? Ini paket sudah empat kali pembatalan pengiriman oleh kurir Solusinya apa?. Kesalnya
“ Ibu, lapor saja ke aplikasi karena kita tidak rekrut kurir yang rekrut kurir adalah vendor, manager juga tidak ada di tempat. Cek pada adminpun statusnya sama seperti pada aplikasi. Kalo barangnya belum proses pengantaran berarti barangnya masih berada di sini. Kita juga sudah breafing dengan kurir tapi kurir masih saja melakukan kesalahan yang sama.” Kilahnya
Lain lagi jawaban oknum karyawan lainnya, bahwa jika kurir tidak membawa paket bisa lakukan complain melalui e-mail, atau melalui call center pada aplikasi. Jika paket besar maka bisa membawa resi dan dibantu staf untuk mencari. Ini bentuk perlakuan diskriminasi terhadap pelanggan.
“Gudangnya disini, barang datang juga disini, yang bertanggungjawab terhadap barang juga di sini barang kami mau diambil kok dipersulit? Ini Managemen apa? Kami terpaksa saja mengirim barang di shoppe sebenarnya sudah muak. Kalo barang kami ini COD kami tak peduli silahkan saja dikembalikan, tetapi ini kami sudah bayar”, kesal salah satu pelanggan. kurirpun beda- beda, hari ini lain besok kurirnya lain lagi.
Tidak seperti jasa pengiriman lain yang kurirnya sudah dibagi per wilayah kerja, pertanyaan dan komplain pelanggan selalu yang disalahkan adalah kurir. Bahkan oknum karyawan kantor saat ditanya oleh salah satu pemilik paket mengatakan “kurir bukan direkrut oleh shoppe Ambon tetapi direkrut vendor seperti ibu pesan Grab, Gojek, jadi katong seng salah( kita tidak salah) yang salah itu kurir”
“ Astaga ,jangan disamakan seperti Grab Pak, mereka ini mitra kalian kalau kalian seperti ini berarti paket saya tidak aman di tangan kalian” keluh salah satu pelanggan
Manajem bobrok dan amburadul yang dipertontonkan oleh oknum satpam dan karyawan shoppe Ambon menunjukan buruknya pelayanan dan integritas karyawan Shopee. (RM-05)










Discussion about this post