Referensimaluku.id ,–Ambon– Polda Maluku resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Polisi Mengajar” sebagai wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam dunia pendidikan. Program ini dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah di seluruh wilayah Maluku, termasuk daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T), dengan fokus pada pembinaan karakter, disiplin, dan kesadaran hukum bagi generasi muda.
Peluncuran dan diskusi mendalam mengenai program ini digelar dalam Dialog Aspirasi Maluku Bersama Polda Maluku bertema “Polisi Mengajar: Inovasi Humanis Polda Maluku dalam Membangun Generasi yang Cerdas, Disiplin dan Berkarakter” di Studio Programa 1 RRI Ambon, Rabu (7/5/2026).
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas mengajar biasa, melainkan strategi preventif untuk mendekatkan institusi polisi dengan pelajar.
“Program ini adalah bagian dari upaya membangun karakter, disiplin, serta menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Kami ingin polisi hadir sebagai sahabat dan teladan, bukan sosok yang menakutkan,” ujar Kombes Pol. Rositah.
Ia menambahkan, pendekatan melalui pendidikan menjadi langkah strategis untuk menekan berbagai persoalan sosial remaja di era digital, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga penyebaran hoaks
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk sinergitas antara sektor keamanan dan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa respons kepala sekolah di Maluku sangat positif, bahkan ada usulan untuk memperpanjang durasi sesi pembelajaran agar materi lebih terserap.
Untuk memastikan kualitas dan pemerataan materi, Polda Maluku bersama Dinas Pendidikan telah menyusun modul pembelajaran khusus yang mencakup 16 topik utama, antara lain:
* Kesadaran Hukum dan HAM.
* Etika Bermedia Sosial & Bahaya Hoaks.
* Pencegahan Bullying dan Kenakalan Remaja.
* Budaya Lokal & Hidup Orang Basudara.
* Keselamatan Lalu Lintas & Bahaya Narkoba.
* Intoleransi dan Etika
“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa polisi adalah mitra pendidikan. Ini adalah langkah awal menuju terwujudnya Generasi Emas Maluku 2045, atau ‘Par Maluku pung bae’,” kata Dr. Sarlotta.
Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai jangkauan program di wilayah terpencil, Plt. Wadir Binmas Polda Maluku, Kompol Johanis Horhoruw, AMK., S.H., memastikan bahwa “Polisi Mengajar” akan dilaksanakan secara menyeluruh di semua kabupaten/kota.
“Kami telah melibatkan seluruh Kapolres jajaran dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan sejak awal. Personel pengajar, mulai dari perwira pertama hingga menengah, telah disiapkan untuk turun langsung ke sekolah-sekolah, termasuk di wilayah 3T,” jelas Kompol Johanis.
Ia menekankan bahwa kehadiran polisi di sekolah bertujuan membangun kedekatan emosional, menjadi tempat curhat, serta memberikan edukasi tentang etika dan budaya lokal.
Psikolog Prisca D. Sampe, S.Psi., M.Psi., yang turut hadir dalam dialog, menilai program ini sangat positif karena menghadirkan polisi sebagai role model atau figur teladan. Menurutnya, di tengah meningkatnya tantangan sosial, pelajar membutuhkan pembentukan mental dan karakter yang kuat selain ilmu akademik.
“Pendidikan karakter, kedisiplinan, dan etika sangat krusial agar remaja mampu menghadapi tekanan sosial saat ini. Kehadiran polisi sebagai pembina karakter dapat mengisi kekosongan tersebut,” ungkapnya.
Ke depan, Polda Maluku dan Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi berkala untuk mengukur dampak program terhadap perubahan perilaku dan kedisiplinan siswa. Melalui “Polisi Mengajar”, Polda Maluku berkomitmen mencetak Generasi Emas Maluku 2045 yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kesadaran hukum, dan cinta tanah air yang kuat. (RM-06)










Discussion about this post