Referensimaluku.id, -AMBON- Pemerintah Provinsi Maluku menggelar kegiatan Bastori Sore dengan tema “Harmonisasi Program Pusat dan Daerah: Satukan Langkah, Maksimalkan Potensi, Tingkatkan Kolaborasi”. Di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan ini mengundang sejumlah instansi vertikal, di antaranya Balai Jalan, Balai Sungai, dan Balai Perumahan, untuk bersama-sama mensinergikan program pembangunan di Maluku.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Maluku, Roy Mongie, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting mengingat Gubernur Maluku selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah perlu mengetahui perkembangan seluruh kegiatan pembangunan yang berjalan di Maluku.
“Kita undang beberapa instansi vertikal, balai-balai yang ada, untuk ketemu mensinergikan program pembangunan yang ada di Maluku,” ujar Roy Mongie.
Mengingat keterbatasan fiskal daerah, Roy berharap program-program Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun 2027–2028 dapat disinergikan dan dibiayai melalui anggaran instansi vertikal.
“Kita berharap dengan kegiatan ini program dapat kita sinkronisasi, sehingga ke depan bisa dibiayai oleh anggaran dari instansi vertikal, Balai Jalan, Balai Sungai, maupun Balai Perumahan,” tegasnya.
Selain sinergi anggaran, pertemuan ini juga membahas upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak permukaan air dan tanah, serta pajak alat berat — potensi-potensi yang selama ini dinilai belum dimaksimalkan. Pemprov akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar pendapatan dari sektor-sektor tersebut dapat ditingkatkan, dengan provinsi turut mendapatkan bagian dari pungutan PAD dimaksud.
Di sisi program prioritas nasional, Roy Mongie menyebutkan sejumlah agenda yang harus dikonsolidasikan bersama, antara lain program 3 juta rumah, hilirisasi sagu, cokelat, kakao, dan pala, desa nelayan, serta koperasi merah putih. Adapun tiga program strategis daerah yang terus didorong meliputi Bendung Wayapu, Blok Masela, dan Maluku Integrated Port.
“Kita berharap dengan keterbatasan anggaran, kita mencoba cari celah berbagai inovasi sehingga seluruh proses pembangunan ini bisa jalan. Walaupun tidak ada uang, kita bisa sinergikan dengan beberapa instansi vertikal,” kata Roy Mongie.
Roy berharap hasil pertemuan ini melahirkan koordinasi yang kuat dalam perencanaan pembangunan ke depan, sehingga seluruh proses pembangunan di Maluku dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Maluku secara keseluruhan. (RM-06)










Discussion about this post