Referensimaluku.id, — AMBON — Pelabuhan bukan sekadar pintu keluar masuk barang dan penumpang. Di tangan IPTU Giovani Babtista Montini Toffy, S.H., M.H., Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon, pelabuhan adalah ruang hidup ribuan buruh, penumpang, dan pedagang asongan yang membutuhkan kehadiran negara setiap harinya.
Perwira muda lulusan S2 Universitas Pattimura Ambon ini memaparkan rencana kerja, tantangan di lapangan, serta pendekatan humanis yang ia terapkan sejak ditunjuk langsung oleh Kapolda Maluku untuk memimpin Polsek KPYS.
Buruh pelabuhan, khususnya buruh bagasi dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), menjadi prioritas utama. “Konsentrasi kita ada di situ karena kita pun warga binaan ada pada buruh,” ujar Toffy. Permasalahan yang kerap muncul antara lain konsumsi minuman keras berlebihan, perkelahian antar buruh, hingga konflik dengan masyarakat sekitar. Untuk itu, Polsek KPYS menggandeng koperasi buruh dan mitra kerja sebagai jembatan komunikasi, sekaligus memberikan bantuan sosial bagi buruh yang sakit permanen maupun keluarga yang ditinggalkan.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah program “Jumat Curhat” , agenda rutin setiap Jumat di mana Toffy dan anggotanya turun langsung ke lapangan mendengar keluhan buruh pelabuhan. “Pak, polisi kurang ada di jam berapa? Pak, di titik ini sering terjadi begini,” begitu kira-kira suara yang mereka tampung. Dari masukan itulah peta kerawanan sesungguhnya terbentuk, sehingga pengawasan bisa difokuskan ke titik yang benar-benar rawan.
Soal miras, Toffy tidak main-main. Kapolda Maluku menetapkannya sebagai garis merah. Ancaman datang dari dua arah, yakni miras yang masuk dari pulau terluar dan Maluku Barat Daya, serta miras yang keluar dari Ambon menuju Papua. “Itu menjadi stressing point dan program ke depan untuk kita perbaiki,” tegasnya.
Selain miras, pengawasan bahan berbahaya seperti sianida dan air keras, serta peti kemas ilegal termasuk kendaraan bermotor, turut menjadi perhatian serius. Di sisi personil, pelabuhan kecil sudah mulai diisi meski belum maksimal, sementara Pelabuhan PPN menjadi target pengaktifan berikutnya setelah bantuan personil dari Waka Polres terealisasi.
Ke dalam, Toffy juga berbenah. Zero toleransi diterapkan terhadap anggota yang berperilaku menyimpang. “Kalau bisa zero, tidak boleh ada terjadi seperti itu lagi,” katanya. Rekam jejaknya sendiri berbicara. Tiga penghargaan bergengsi ia raih saat memimpin Polsek Serwaru, yaitu Kapolsek terbaik percepatan vaksinasi di Polres MBD, penghargaan Kompolnas 2023 di tingkat nasional, dan penghargaan Kapolda Maluku sebagai Kapolsek Terbaik 2023 di Polda Maluku. (RM-06)








Discussion about this post