Referensimaluku.id, –Ternate — Tekad bangkit ditegaskan pelatih kepala Hendri Susilo jelang duel krusial Malut United kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-29 kompetisi.
“Kami akan berjuang mengembalikan tim ke jalur yang seharusnya. Mudah-mudahan, melawan Persebaya menjadi awal kebangkitan Malut United,” tegas Hendri dalam jumpa pers, Rabu (22/4/2026).
Pertandingan panas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha, Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB atau 21.00 WIT, dan akan disiarkan langsung oleh Indosiar.
Laskar Kie Raha tengah dalam tekanan setelah melewati empat laga tanpa kemenangan—dua kali imbang dan dua kali kalah. Situasi ini memaksa tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh demi mengembalikan performa terbaik.
Meski begitu, optimisme tetap dijaga. Seluruh pemain disebut dalam kondisi siap tempur, dengan target tegas: tiga poin di kandang.
“Tidak ada pilihan, kami harus menang,” ujar Hendri.

Secara statistik, Malut United punya modal kuat di kandang. Mereka tercatat sebagai tim tersubur dengan 35 gol dan mengoleksi 24 poin dari 14 laga kandang (7 menang, 3 imbang, 4 kalah).
Di sisi lain, Persebaya datang dengan tren negatif. Bajol Ijo menelan dua kekalahan beruntun dan selalu tumbang dalam tiga laga tandang terakhir—situasi yang bisa dimanfaatkan tuan rumah.
Pemain Malut United, Taufik Rustam, menegaskan kesiapan tim untuk membalas kekalahan pada pertemuan sebelumnya.
“Kami akan tampil maksimal untuk meraih tiga poin dan membalas kekalahan di kandang mereka,” ujarnya.
Saat ini, Malut United berada di peringkat kelima klasemen dengan 46 poin, unggul empat angka dari Persebaya di posisi keenam. Laga ini pun dipastikan krusial dalam perebutan papan atas.
Hendri bahkan mematok target tinggi di sisa musim.
“Kalau ingin tetap bersaing, kami harus memenangkan minimal empat dari lima pertandingan tersisa. Itu harga mati,” tegasnya.

Duel ini juga menjadi momen perdana Malut United menjamu Persebaya di Gelora Kie Raha musim ini, dengan dukungan penuh suporter tuan rumah yang diizinkan hadir sesuai regulasi operator liga.
Dukungan publik Maluku Utara dan Maluku pun diharapkan menjadi bahan bakar tambahan bagi Laskar Kie Raha.
“Kami butuh doa dan dukungan masyarakat. Itu yang akan membakar semangat kami di lapangan,” tutup Hendri. (RM-06)









Discussion about this post