Referensimaluku.id, Ambon – Panitia Turnamen sepakbola antarkampung Soekarno Cup 2026 Zona Maluku dianggap abal-abal karena tidak memahami regulasi sepakbola.
Seharusnya, sebelum pelaksanaan tarkam ini, Panitia Penyelanggara yang dikomandani pengurus DPD PDI Perjuangan Maluku memasukan peraturan teknis pertandingan yang mengikat seluruh tim kontestan termasuk suporter dan ofisial sebagaimana merujuk pada Kode Disiplin PSSI maupun regulasi sepakbola terkait.
Selain itu, jika yang juara tidak otomatis langsung mewakili Maluku ke event serupa di tingkat nasional, untuk apa ada turnamen ini. Bukankah lebih baik dilakukan seleksi pemain dari seluruh wilayah Maluku.
“Jadi, saya anggap turnamen ini kurang berbobot,” sebut Semi, salah satu praktisi sepakbola di Ambon, Sabtu (6/6). Semi menyatakan seharusnya perangkat pertandingan berasal dari Asosiasi Provinsi Maluku dan bukan orang per orang yang pernah duduk dalam struktur kepengurusan otoritas sepakbola Maluku.
“Makanya saya anggap turnamen ini tidak berkualitas,” paparnya. Di bagian lain, dia menyalahkan Panpel yang mendiskualifikasi tim PSA karena kedapatan memakai pemain EFA.
“Ini yang aneh. Bukankah pemain itu sudah lolos skrining sejak awal. Yang kurang becus kan panitia sendiri,” tudingnya. Semi menjelaskan jika sejak awal telah dibuat dan ditandatangani peraturan khusus pertandingan, tak perlu mengalihkan venue pertandingan dari Masohi ke Ambon.
“Karena panitia tidak paham sepakbola ya seperti ini jadinya,” ungkapnya.
Sebagaimana diberitakan tingginya tinggi turnamen sepak bola Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Maluku memasuki babak krusial. Babak semifinal untuk Zona Masohi-Seram Selatan dipastikan resmi dipindahkan ke Stadion Mandala Karpan, Kota Ambon, yang akan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.
Pemindahan lokasi pertandingan ini merupakan imbas dari kekisruhan yang sempat terjadi pada laga perempat final sebelumnya, yang mempertemukan Amahai Junior melawan Lusitoa FC di Lapangan Polres Maluku Tengah, Masohi.
Demi mengantisipasi potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), panitia bersama pihak terkait sepakat menggeser sisa laga ke ibu kota provinsi.
Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menegaskan bahwa pemindahan ini dibarengi dengan aturan super ketat.
Laga semifinal dan final akan digelar tertutup dari bangku penonton.
“Selama pertandingan berlangsung tidak ada suporter selain official dan pemain. Ini juga jadi kesepakatan bersama saat rapat di Masohi yang memutuskan laga semifinal dan final dipindahkan ke Ambon. Jadi ketika ada yang melanggar, maka bisa didiskualifikasi,” ujar Alhidayat Wajo dalam keterangan sebagaimana dikutip dari Liputan.co.id, Sabtu 6 Juni 2026.
Sebagai solusinya, panitia memberikan akses bagi para pendukung setia keempat tim untuk tetap bisa memberikan dukungan dari rumah secara aman.
“Sebagai alternatifnya, para suporter atau pendukung empat tim bisa saksikan live streaming melalui media sosial official panitia Liga Kampung Soekarno Cup U17 Maluku,” tambahnya.
Laga semifinal pada hari Senin nanti diprediksi akan berjalan sengit karena mempertemukan empat tim terbaik.
Berikut adalah jadwal lengkap pertandingannya:
Partai Pertama, Pukul 14.00 WIT, PS Hatumete vs Murkele FC dan Partai Kedua dilanjutkan setelah partai pertama SSB Nusantara Masohi vs Lusitoa FC (Haya).
Untuk memastikan kelancaran dan kesiapan fisik para pemain, pihak panitia menanggung fasilitas dan mobilisasi tim mulai dari Tulehu menuju Kota Ambon PP termasuk akomodasi.
“Besok keempat tim sudah bertolak dari Masohi. Nanti untuk transportasi dari Tulehu ke Ambon PP (Pulang-Pergi) hingga akomodasi selama di Ambon ditanggung panitia,” pungkas Alhidayat.
Meski harus digelar tanpa riuh suporter di stadion demi menjaga kondusivitas sepak bola, pertandingan ini dipastikan tetap menyajikan duel sengit berebut tiket ke babak final.
Tim manakah yang akan keluar sebagai juara zona III ? Saksikan perjuangan mereka melalui siaran langsung di media sosial resmi panitia.(Tim RM)








Discussion about this post