Referensimaluku.id, –Ambon–Perhelatan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko kian memanas. Berbagai kalangan mulai angkat bicara soal siapa yang bakal menjadi raja sepak bola dunia edisi kali ini, termasuk salah satu tokoh sepak bola Maluku, Willem Domingggus Nanlohy.
Pria yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Malut United itu dengan tegas memprediksi Jerman sebagai juara Piala Dunia 2026. Menurutnya, Die Mannschaft memiliki semua modal yang dibutuhkan untuk kembali mengangkat trofi bergengsi tersebut.
“Jerman itu tim yang punya mentalitas juara. Mereka konsisten, terorganisir, dan selalu tampil solid di turnamen besar. Saya yakin Piala Dunia 2026 ini milik mereka,” kata Nanlohy.
Nanlohy bukan sosok asing di dunia sepak bola nasional. Ia pernah berkiprah sebagai pemain profesional bersama Persebaya Surabaya pada era 1990-an, sebuah periode keemasan sepak bola Indonesia yang melahirkan banyak pemain berbakat dari seluruh penjuru nusantara. Pengalaman panjang di lapangan hijau itulah yang kini ia warisi dalam peran strategisnya di Malut United.
Soal kekuatan Jerman, Nanlohy menilai skuad asuhan Julian Nagelsmann itu tampil lebih matang dan lapar gelar dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Nagelsmann mempertahankan sejumlah pemain senior yang selama ini menjadi tulang punggung tim, seperti Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, David Raum, Kai Havertz, Florian Wirtz, dan Jamal Musiala.
Salah satu kejutan terbesar adalah kembalinya Manuel Neuer ke skuad setelah sebelumnya memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada 2024.
Dari sisi taktik, Nagelsmann mempersiapkan skuad Jerman menggunakan formasi 4-2-3-1, dengan mengandalkan kreativitas lini tengah melalui Wirtz, Musiala, dan Sané sebagai motor serangan.
Joshua Kimmich kerap bergerak ke tengah untuk menambah jumlah pemain di lini tengah, sehingga formasi terkadang berubah secara dinamis menjadi 3-2-4-1 atau bahkan 2-3-5 dalam situasi menyerang.
Strategi pressing menjadi salah satu perubahan terbesar di bawah Nagelsmann. Jerman tidak lagi melakukan pressing secara kacau dan habis-habisan, melainkan lebih mengandalkan situasi spesifik, seperti saat lawan mengoper bola secara horizontal atau melakukan penguasaan bola yang lambat. Dalam situasi itu, lini serang segera bergerak maju untuk memblokir operan dan memaksa lawan membuang bola panjang.
Wirtz kerap mundur untuk menerima bola di ruang antara lini tengah dan sayap guna menghubungkan lini tengah dengan serangan, sementara Musiala tetap menjadi ancaman konstan di area pertahanan lawan.
Meski lini tengah dinilai solid, Jerman masih menghadapi tantangan karena ketergantungan pada Kai Havertz di lini depan. Havertz kemungkinan besar dipasang sebagai ujung tombak meski karakternya bukan penyerang murni.
Nanlohy mengakui Brasil, Argentina, dan Prancis tetap menjadi ancaman serius. Namun bagi mantan pemain Persebaya ini, Jerman unggul dalam hal konsistensi dan kematangan taktik.
“Generasi pemain Jerman sekarang sudah sangat siap. Mereka punya kedalaman skuad yang bagus, dan faktor pengalaman di turnamen besar tidak bisa diabaikan. Ini saatnya Jerman kembali ke puncak,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 diikuti 48 negara untuk pertama kalinya dalam sejarah, dengan laga final dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. (RM-06)








Discussion about this post