Referensimaluku. Id, -AMBON – Organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, Karang Taruna, resmi mengakhiri masa vakumnya di Provinsi Maluku. Semangat kebangkitan itu ditandai dengan digelarnya Rapat Konsolidasi Perdana di Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, Selasa (21/4/2026). Bukan sekadar pertemuan rutin, rapat ini menjadi starting point bagi serangkaian agenda strategis yang akan mengubah wajah kepemudaan Maluku dalam sebulan ke depan.
Dipimpin oleh Sekretaris Karang Taruna Maluku, Rustam Latupono (mewakili Ketua Alex Waas), pertemuan tersebut menyatukan visi antara Panitia Pelantikan & Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diketuai Jimmy Papilaya, serta Panitia Expo yang dipimpin Bodewin Mailuhu. Fokus utamanya jelas: menghidupkan kembali peran organisasi yang selama ini dinilai pasif menjadi mesin penggerak sosial dan ekonomi.
Tiga Agenda Emas Mei 2026
Panitia menargetkan pelaksanaan tiga acara besar pada minggu ketiga Mei 2026 yang saling berkaitan:
1. Pelantikan Pengurus Baru: Sebagai simbol regenerasi dan komitmen baru.
2. Rapat Kerja Daerah (Rakerda): Merumuskan program kerja konkret yang relevan dengan tantangan zaman.
3. Expo Karang Taruna Maluku: Sebuah festival kreativitas yang tidak hanya memamerkan seni dan budaya, tetapi juga menjadi panggung bagi UMKM dan ekonomi kreatif pemuda Maluku.
“Kami ingin Expo ini berbeda. Ini bukan sekadar pameran, tapi ruang bukti bahwa pemuda Maluku bisa berkarya. Kami bahkan merencanakan keterlibatan khusus bagi teman-teman berkebutuhan khusus untuk menampilkan inovasi mereka,” ujar Bodewin Mailuhu dengan antusias.
Menghadirkan Tokoh Nasional dan Tema “Pejuang”
Untuk menegaskan skala prioritas kegiatan ini, panitia menargetkan kehadiran tokoh-tokoh kunci. Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Didik Triono Djwandono, dijadwalkan hadir langsung dalam pelantikan dan Rakerda. Sementara itu, pembukaan Expo direncanakan akan dihadiri oleh pejabat tinggi pemerintah pusat, termasuk Wakil Menteri UMKM, sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem kewirausahaan pemuda.
Seluruh rangkaian acara akan mengusung tema besar yang membakar semangat: “Pemuda Pejuang Yang Berkarya Par Maluku Pung Bae” (Pemuda Pejuang yang Berkarya Untuk Maluku yang Lebih Baik). Tema ini dipilih untuk menekankan bahwa pemuda harus menjadi ujung tombak pembangunan, bukan sekadar penonton.
Dari Wadah Sosial Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam forum konsolidasi tersebut, muncul banyak gagasan segar agar Karang Taruna kembali relevan. Organisasi yang berdiri sejak 26 September 1960 ini dituntut bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani isu sosial, kewirausahaan, olahraga, hingga kerukunan umat beragama.
“Masukan dari rapat ini akan segera kami matangkan di masing-masing panitia teknis. Tidak ada lagi waktu untuk bingung. Mei ini, kami akan buktikan bahwa Karang Taruna Maluku sudah bangun dari tidur panjangnya,” tegas Rustam Latupono menutup pertemuan.
Kebangkitan ini diharapkan menjadi oase baru bagi generasi muda Maluku, membuktikan bahwa di tangan mereka, masa depan daerah ini dapat dirancang dengan karya nyata, bukan sekadar wacana. (RM-06)










Discussion about this post