Referensimaluku.id, -PIRU – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada Selasa sore (21/4/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIT itu sontak memicu kepanikan massal di antara ratusan pedagang dan pembeli yang sedang beraktivitas.
Api pertama kali terdeteksi membumbung tinggi dari salah satu kios di bagian tengah pasar. Karena hembusan angin sore dan kondisi bangunan pasar yang didominasi material kayu serta atap seng yang saling berhimpitan, api dengan cepat merambat ke kios-kios di sekitarnya dalam hitungan menit. Asap hitam pekat langsung menyelimuti seluruh area pasar, mengurangi jarak pandang dan memicu sesak napas bagi mereka yang terjebak di lokasi.
Kepanikan dan Upaya Swadaya Warga
Suasana pasar yang semula ramai oleh transaksi jual beli seketika berubah menjadi kekacauan. Para pedagang terlihat berlarian menyelamatkan diri sambil berusaha membawa keluar barang dagangan berharga mereka, seperti elektronik, pakaian, dan bahan pangan. Teriakan minta tolong dan suara barang-barang yang jatuh bersahut-sahutan di tengah kepulan asap.
Sebelum armada Damkar tiba, warga sekitar dan pedagang lainnya bahu-membahu melakukan pemadaman awal secara swadaya. Mereka menggunakan ember, selang air sederhana, dan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lapak masing-masing untuk mencoba membendung laju api. Namun, intensitas api yang terlalu besar membuat upaya ini menemui kesulitan.
“Api muncul tiba-tiba dari kios sebelah, lalu angin kencang membuatnya langsung menjalar ke kiri dan kanan. Kami hanya bisa menyelamatkan apa yang bisa dibawa lari,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya, dengan wajah tertutup debu dan abu.
Petugas Berjuang Padamkan Api
Beberapa saat setelah laporan diterima, unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten SBB beserta dukungan dari instansi terkait tiba di lokasi. Petugas langsung mengerahkan beberapa selang bertekanan tinggi untuk memfokuskan pendinginan pada titik api utama dan mencegah penyebaran ke bangunan permanen di sekeliling pasar. Proses pemadaman sempat terkendala oleh akses jalan yang sempit di dalam lorong pasar yang padat, namun petugas berhasil menembus lokasi inti kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan pada sore hari, kobaran api dikabarkan mulai dapat dikendalikan, meskipun proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi nyala api yang muncul kembali.
Penyebab Masih Didalami, Kerugian Belum Diketahui
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat menyatakan bahwa tim investigasi gabungan bersama Polresta SBB segera turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian manusia, namun hal ini masih memerlukan pembuktian di lapangan.
“Kami belum bisa memastikan sumber api secara definitif. Investigasi akan dilakukan setelah situasi benar-benar aman,” jelasnya singkat.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat sejumlah kios dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah, termasuk stok barang dagangan yang ludes dilahap si jago merah. (RM-06)









Discussion about this post