eferensimaluku.Id, -HALMAHERA TENGAH – Ketegangan pasca-konflik antarwarga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, berhasil diredam berkat respons cepat dan pendekatan humanis dari Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto. Pada Rabu (15/4/2026), Pangdam langsung terjun ke lokasi kejadian, berdialog dengan kedua belah pihak yang bertikai, dan memimpin sendiri upaya pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI bersama pemerintah daerah untuk memastikan stabilitas keamanan sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga terdampak. Mayjen Dody menekankan bahwa dialog positif adalah “senjata ampuh” untuk memutus mata rantai konflik berkelanjutan dan mencegah eskalasi kekerasan di masa depan.
Dialog Langsung: “Jangan Mudah Terprovokasi”
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam bersama rombongan Forkopimda setempat menggelar dialog terbuka dengan warga dari Desa Sibenpopo dan Desa Banemo. Dengan nada persuasif namun tegas, Mayjen Dody mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, mempererat tali persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah kerukunan.
“Kami hadir di sini bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Maluku Utara. Persaudaraan kita jauh lebih berharga daripada perbedaan sesaat,” ujar Pangdam di tengah warga.
Hingga saat ini, situasi di kedua desa dilaporkan telah kondusif dan terkendali. Personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di titik-titik rawan untuk menjaga stabilitas dan mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Tinjau Kerusakan dan Salurkan Bantuan Sosial
Tak hanya berdialog, Mayjen Dody juga meninjau langsung lokasi terdampak konflik di Desa Banemo dan Sibenpopo untuk melihat kondisi riil di lapangan. Ia menyaksikan sendiri kerusakan fasilitas umum dan hunian warga akibat peristiwa tersebut.
Sebagai wujud empati dan kepedulian, Pangdam secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga sementara proses rehabilitasi fisik segera dilaksanakan.

Data di lapangan mencatat sebanyak 78 unit rumah warga, 1 unit pos kamling, dan 1 unit gereja mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Fasilitas-fasilitas ini menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi yang akan segera digenjot.
Gotong Royong TNI-Rakyat: Rehabilitasi Dipercepat
Untuk mempercepat proses pemulihan, Pangdam memerintahkan penambahan personel TNI yang difokuskan untuk membantu rehabilitasi rumah warga melalui mekanisme gotong royong bersama masyarakat. Langkah ini diambil agar warga dapat segera kembali menempati hunian mereka dengan layak dan aktivitas sosial-ekonomi dapat berjalan normal kembali.
“Kami dari TNI berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan serta membantu mengatasi kesulitan rakyat. Personel pengamanan telah kami tambah, sekaligus untuk membantu pembangunan kembali rumah warga maupun sarana umum yang rusak,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Harapan Baru Menuju Rekonsiliasi
Kehadiran Pangdam XV/Pattimura bersama unsur Forkopimda di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa aman, memulihkan kepercayaan, dan mempercepat proses rekonsiliasi antarwarga. Dengan sinergi antara pendekatan keamanan yang humanis dan bantuan konkret berupa rehabilitasi infrastruktur, kehidupan sosial di Desa Sibenpopo dan Banemo diharapkan segera kembali normal, rukun, dan harmonis seperti sedia kala.
Langkah cepat dan tepat yang ditunjukkan oleh Mayjen TNI Dody Triwinarto ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan adat setempat, yang menilai bahwa kehadiran pemimpin militer di garis depan konflik adalah kunci utama meredam api permusuhan sebelum menjalar lebih luas. (RM-06)










Discussion about this post