Referensimaluku.id,-AMBON – Menanggapi dinamika pemberitaan dan beredarnya rekaman CCTV terkait insiden kecelakaan antara kendaraan dinas TNI AD dan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, Ambon, Kapendam XV/Pattimura Kolonel Inf. Heri Krisdianto memberikan klarifikasi resmi. Pihak Kodam menegaskan komitmen penuh untuk bertanggung jawab atas musibah tersebut dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan kemanusiaan.
Kronologi Kejadian
Kolonel Heri menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Jumat (6/3/2026) pukul 18.30 WIT. Saat itu, konvoi truk TNI AD yang mengangkut Calon Siswa (Casis) sedang melintas dengan pengawalan resmi Polisi Militer. Di depan kantor Jasa Raharja, sebuah sepeda motor ojek daring yang dikendarai oleh JS (49) diduga mencoba masuk ke jalur konvoi, sehingga bersenggolan dengan truk terakhir dalam rombongan.
Akibat insiden tersebut, penumpang motor, seorang siswi berusia 14 tahun bernama Shakira Kerenpukh Pagaya (SKP), mengalami cedera serius pada bagian panggul dan beberapa organ vital lainnya.
Permohonan Maaf dan Komitmen Empati
Menyikapi kegaduhan yang timbul di masyarakat akibat peredaran video CCTV, Kolonel Heri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihak Kodam memastikan bahwa empati masyarakat menjadi perhatian serius kami. Setiap tindakan yang diambil sejak hari pertama didasari oleh niat tulus untuk membantu korban dan keluarga,” ujar Kapendam dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Sebagai bukti kepedulian nyata, Kodam XV/Pattimura telah menyerahkan santunan awal sebesar Rp25.000.000 kepada keluarga korban. Hingga hari ke-41 perawatan, pihaknya mengklaim terus memantau perkembangan kesehatan Shakira secara konsisten untuk memastikan ia mendapatkan penanganan medis terbaik hingga pulih total.
Kondisi Korban dan Dukungan Kemanusiaan
Kolonel Heri melaporkan bahwa kondisi korban saat ini menunjukkan tren positif pasca-serangkaian operasi di RSUP Prof. Dr. W.Z. Johannes (Leimena) Ambon. “Shakira telah sadar penuh, dapat berkomunikasi, dan bahkan mulai berlatih berjalan,” ungkapnya optimis.
Proses medis yang kompleks tersebut didukung penuh oleh aksi kemanusiaan anggota TNI yang secara sukarela mendonasikan puluhan kantong darah demi kelancaran prosedur bedah. Selain itu, Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) XV/Pattimura juga terus melakukan koordinasi intensif dengan tim dokter untuk memantau setiap detail perkembangan kesehatan pasien.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Meski menekankan aspek kemanusiaan, Kolonel Heri menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Sopir truk yang terlibat telah diproses hukum, dan kendaraan truk tersebut masih ditahan di Pomdam XV/Pattimura sebagai barang bukti.
“Sopir yang bersangkutan diproses hukum sesuai aturan. Namun di sisi lain, sopir juga menunjukkan itikad baik dengan membantu keluarga korban sesuai kemampuannya selama masa perawatan,” jelas Heri.
Terbuka Terhadap Koordinasi
Menanggapi keluhan keluarga mengenai kurang optimalnya koordinasi selama masa pengobatan, Kapendam menyatakan keterbukaan penuh. “Jika masih terdapat miskomunikasi selama masa pengobatan, kami sangat terbuka untuk berkoordinasi mendalam dengan pihak keluarga guna mencari solusi terbaik. Kehadiran TNI AD dalam mengawal pemulihan ini merupakan bukti nyata bahwa institusi tidak lepas tangan,” tambahnya.
Imbauan Keselamatan Lalu Lintas
Di akhir pernyataannya, Kapendam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan objektif dalam menyerap informasi agar tidak terprovokasi isu yang belum tentu benar. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, khususnya memberikan prioritas pada kendaraan yang sedang dalam pengawalan resmi sesuai UU No. 22 Tahun 2009, demi keselamatan bersama dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Pihak Kodam berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh proses pengobatan dan memastikan masa depan korban menjadi prioritas utama,” pungkas Kolonel Heri menutup keterangannya. (RM-06)










Discussion about this post