Referensimaluku.id, –Tual – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tual tengah dirundung persoalan internal yang memicu sorotan dari sejumlah pihak. Kondisi ini disebut-sebut akibat ulah oknum pengurus yang dinilai bertindak sepihak tanpa koordinasi dengan ketua maupun pengurus lainnya.
Permasalahan mencuat setelah beredarnya sebuah surat undangan rapat melalui aplikasi WhatsApp yang ditujukan kepada pengurus LPTQ Kota Tual. Surat tersebut mengajak pengurus untuk menggelar rapat membahas persiapan pelatihan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menuju MTQ tingkat Provinsi.
Namun, langkah tersebut menuai reaksi dari sejumlah pihak internal. Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku menyayangkan tindakan oknum berinisial MR yang dinilai tidak mengedepankan mekanisme organisasi.
“Kami mempertanyakan, ini sebenarnya LPTQ milik siapa? Pemerintah Kota Tual atau oknum tertentu? Jangan sampai lembaga ini dijalankan secara sepihak tanpa koordinasi,” ungkapnya kepada media ini, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai, setiap kebijakan dan kegiatan dalam tubuh LPTQ seharusnya melalui komunikasi dan persetujuan bersama, terutama dengan ketua dan jajaran pengurus lainnya. Hal ini penting guna menjaga soliditas organisasi serta memastikan program berjalan sesuai aturan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengurus LPTQ Kota Tual terkait polemik tersebut. Namun, diharapkan persoalan ini dapat segera diselesaikan secara internal demi menjaga fokus pembinaan peserta MTQ yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi. (RM-07)










Discussion about this post