Referensimaluku.id, -Ambon— Skandal pembangunan Balai Serba Guna kembali mencuat di Bumi Buaplau. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Desa Masawoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Proyek bernilai Rp 512.454.000 yang bersumber dari kas desa itu kini terbengkalai, menyisakan bangunan setengah jadi tanpa kejelasan.
Proyek yang mulai dikerjakan sekitar tahun 2023 tersebut awalnya digadang-gadang menjadi fasilitas kebanggaan warga. Namun hingga kini, pembangunan tak pernah mencapai 100 persen. Kondisinya mangkrak dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan dilanjutkan.
Ironisnya, di tengah mandeknya proyek, belum terlihat adanya audit atau pemeriksaan yang dilakukan. Ratusan juta rupiah anggaran desa telah digelontorkan, namun tidak ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban. Situasi ini memicu dugaan kuat adanya kelalaian serius, bahkan indikasi penyalahgunaan anggaran.
Kondisi ini memantik reaksi keras dari kalangan pemuda. Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Masawoy (Hipmassy) angkat bicara dan mendesak transparansi.
Robo Tukmuly menegaskan, pemerintah desa tidak boleh tutup mata terhadap kondisi tersebut.
“Kami tidak bisa diam melihat aset desa terbengkalai bertahun-tahun. Masyarakat butuh kepastian, apakah bangunan ini akan dilanjutkan atau justru dibiarkan rusak bersama uang rakyat?” tegas Robo kepada media ini di Ambon, Sabtu (11/4/2026).
Upah Pekerja Menggantung
Tak hanya proyek fisik yang bermasalah, nasib para pekerja juga memprihatinkan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, upah tenaga kerja dengan sistem HOK (Hari Orang Kerja) senilai kurang lebih Rp60 juta hingga kini belum dibayarkan secara lunas.
Para pekerja yang telah menyelesaikan bagian pekerjaan mereka justru harus menunggu tanpa kepastian. Padahal anggaran proyek secara keseluruhan disebut telah dicairkan.
Robo Tukmuly kembali menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Proyek sudah mangkrak bertahun-tahun, anggaran sudah keluar, tapi bangunan tidak selesai. Ditambah lagi upah pekerja yang belum dibayar hingga puluhan juta rupiah. Ini harus diusut! Kami minta kejelasan soal kelanjutan proyek dan pembayaran hak pekerja,” tegasnya.
Kini, masyarakat Desa Masawoy menunggu langkah konkret dari pemerintah dan aparat berwenang. Proyek ini menjadi ujian serius: apakah akan dituntaskan secara transparan, atau justru menjadi contoh nyata pemborosan anggaran desa yang luput dari penegakan hukum. (RM-04)










Discussion about this post