Referensimaluku.id, –Dobo– Kerusakan talud penahan ombak di wilayah pesisir Dusun Marbali dan Desa Wangel, Kecamatan Pulau-pulau Aru, kian mengkhawatirkan setelah diterjang gelombang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Abrasi yang terjadi menyebabkan sejumlah bagian talud jebol dan terancam memperparah kerusakan garis pantai hingga mendekati permukiman warga.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, turun langsung meninjau lokasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, Selasa (7/4/2026).
Dalam peninjauan itu, Bupati menemukan sejumlah titik talud mengalami kerusakan parah, bahkan tidak lagi mampu menahan terjangan ombak.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Jika tidak segera ditangani, abrasi akan terus mengikis pantai dan mengancam permukiman warga,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti aktivitas penambangan galian C ilegal yang dinilai memperparah kerusakan pesisir. Ia menginstruksikan dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan.
Bupati turut berdialog dengan masyarakat dan mengimbau warga menghentikan penambangan pasir yang tidak sesuai aturan, serta bersama-sama menjaga lingkungan pesisir.
Tak hanya meninjau talud, rombongan juga mengecek kawasan taman kota di Tanjung Lampu sebagai bagian dari evaluasi potensi pengembangan destinasi wisata.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, lanjut Kaidel, akan segera mengambil langkah cepat melalui penanganan darurat dan perbaikan permanen, termasuk pendataan kerusakan serta perhitungan kebutuhan anggaran.
“Penanganan harus cepat dan tepat, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat pesisir,” tegasnya.
Meski di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Aru berkomitmen mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi dan memperkuat perlindungan kawasan pesisir. (RM-06)









Discussion about this post