Wali Kota Ambon Buka Sosialisasi Pendataan KTA Pramuka Nasional dan Bimtek Aplikasi Ayo Pramuk
Ambon – Pemerintah Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menjawab tantangan era digital. Hal ini ditandai dengan pembukaan kegiatan Sosialisasi Pendataan Potensi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka Nasional dan Bimbingan Teknis Aplikasi Ayo Pramuka yang digelar di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui pendataan anggota yang akurat serta pemanfaatan teknologi digital.
“Organisasi yang baik dan tetap eksis adalah organisasi yang mampu memahami lingkungan strategisnya, baik internal maupun eksternal. Gerakan Pramuka memiliki potensi dan sumber daya yang besar. Tantangannya, apakah semua itu sudah dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, pendataan potensi anggota serta kepemilikan KTA Nasional bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bentuk pengakuan resmi organisasi terhadap setiap anggota Pramuka.
“KTA bukan hanya wujud pengakuan organisasi, tetapi juga menyangkut harga diri anggota. Bagaimana mungkin seseorang telah lama mengabdi di Pramuka, namun belum memiliki kartu tanda anggota yang sah,” tegasnya.
Wattimena juga mendorong seluruh jajaran Pramuka agar memastikan setiap anggota terdata secara sistematis, sehingga organisasi memiliki basis data yang kuat mengenai jumlah serta potensi anggotanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa digitalisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam perkembangan organisasi saat ini.
“Era digital adalah sebuah keniscayaan. Suka atau tidak, kita harus beradaptasi. Pemanfaatan teknologi bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi, serta mempercepat penyebaran kebijakan dan informasi kepada seluruh anggota,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, balap liar, hingga tawuran. Ia bahkan menyinggung meningkatnya kasus HIV di kalangan usia produktif.
“Kita berharap anak-anak muda yang dibimbing dalam Gerakan Pramuka tidak terjerumus pada hal-hal negatif. Mereka harus dibina, dilatih, dan diarahkan agar tetap berada di jalur yang benar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Wattimena, Pemerintah Kota Ambon membutuhkan dukungan Gerakan Pramuka dalam mengorganisir dan membina potensi generasi muda guna meminimalisir dampak negatif perkembangan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, dan Kwartir Cabang Kota Ambon atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi dan bimbingan teknis ini dapat berjalan optimal serta memberi dampak positif bagi penguatan organisasi Pramuka.
Mengakhiri sambutannya, dengan memohon tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, Wali Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Potensi KTA Pramuka Nasional dan Bimbingan Teknis Aplikasi Ayo Pramuka Kwartir Nasional.









Discussion about this post