Referensimaluku.id, Ambon – Praktik kolusi, korupsi dan nepotisme kian merebak di antara para pengelola Pelabuhan Yosafat Ignatius Soedarso, Ambon maupun di pelabuhan Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe, dalam satu dekade terakhir.
Aksi mafia “merampok” uang negara ini berlangsung rapi dan licin lantaran dilindungi dan dipelihara pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Ambon.
“Selama ini kapal yang masuk sandar di Pelabuhan Gudang Arang (Ambon) tidak ada panduan yang naik, tetapi pihak perusahan selalu bayar, namun KSOP Ambon tidak pernah tegur PT. Pelindo,” beber sumber kepada Referensimaluku.id di Ambon, Jumat (28/2).
Sumber menuding praktik terselubung ini terjadi lantaran ada kongkalikong antara KSOP Ambon dan PT. Pelindo.
“Kemungkinan ada kongkalikong KSOP Ambon dengn pihak PT. Pelindo,” tuding
General Manager Pelindo Regional 4 Ambon, Zahlan menanggapi tudingan tersebut. Dia menjelaskan soal pandu ada dua jenis, yakni
Jasa Pandu Bandar via Radio dan
Pandu Onsite (petugas naik kapal).
Jika komunikasi Nahkoda dengan Petugas Pandu, minta dilayani via Pandu Radio dengan pertimbangan, antara lain kapal tidak mau menunggu, sebab petugas pandu sedang layanan di pangkalan lain dan
Nahkoda sudah paham posisi tambat/kolam labuh.
“Jasa pandu baik via Radio maupun On site, tetap ada jasa layanan pandu dan by sistem ada tarif yang dikenakan,” kata Zahlan. (Tim RM)










Discussion about this post