Referensimaluku. Id, -Langgur – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyerahkan bantuan sektor perikanan kepada sejumlah kelompok usaha perikanan, bertempat di Kantor Bupati Maluku Tenggara, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Maluku Tenggara. Bantuan ini ditujukan bagi kelompok nelayan tangkap dan pembudidaya rumput laut sebagai upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Daerah untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung penguatan ekonomi rakyat
“Wilayah pesisir merupakan sumber kehidupan utama bagi sebagian besar masyarakat Maluku Tenggara. Oleh karena itu, sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus kita perkuat,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, mendorong produktivitas, serta menaikkan pendapatan nelayan dan pembudidaya rumput laut. Pemerintah daerah berharap masyarakat tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga berkembang dan mandiri melalui usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Dengan bantuan yang diterima hari ini, satu ketinting atau satu perahu diharapkan bisa berkembang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Di situlah makna kemajuan yang sesungguhnya,” jelasnya.

Namun demikian, Bupati juga menyoroti pentingnya penggunaan bantuan secara bertanggung jawab. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah kasus di masa lalu, di mana bantuan seperti spit dan mobil operasional sejak tahun 2019 hingga 2023 tidak dimanfaatkan secara optimal, bahkan ada yang berada di lokasi tidak sesuai peruntukan, digunakan untuk kepentingan pribadi, hingga ditawarkan untuk dijual.
“Saya sedikit kecewa melihat kondisi seperti itu. Bantuan yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru tidak dimanfaatkan dengan benar,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati menginstruksikan kepada seluruh jajaran dinas terkait, khususnya Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, agar melakukan pengawasan ketat. Aparatur diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan digunakan sesuai tujuan, tidak berpindah tangan, dan benar-benar memberi manfaat bagi penerima.
Ia menegaskan, penerima bantuan yang terbukti menyalahgunakan atau tidak memanfaatkan bantuan sebagaimana mestinya akan dimasukkan dalam daftar hitam dan tidak akan menerima bantuan di masa mendatang.
Penegasan serupa juga disampaikan untuk sektor lain, seperti pemukiman dan perumahan. Bupati menyebut masih ditemui bantuan rumah yang justru dijual atau dialihkan kepada pihak lain. “Pemerintah daerah akan menuntut pertanggungjawaban atas penggunaan bantuan yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak para penerima bantuan untuk menjadikan dukungan pemerintah sebagai pemicu semangat kerja, bukan sebagai sumber ketergantungan. Menurutnya, pemerintah hanya menyediakan “pancingan”, sementara hasil akhirnya sangat ditentukan oleh niat dan kerja keras masyarakat sendiri.
“Mesin ketinting dan alat sudah diberikan. Namun tanpa kemauan dan kerja keras, sulit untuk mencapai kemajuan,” ujarnya
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan yang tidak berhenti pada saat penyerahan bantuan. Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan pemanfaatan bantuan tersebut. Plt Kepala Dinas diminta untuk melibatkan seluruh staf dan kepala bidang guna mencari solusi terbaik dalam mengoptimalkan program.
Di akhir sambutannya, Bupati Thaher mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Ia mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan, seperti pengambilan pasir dari pulau-pulau kecil atau eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan.
“Hasil laut yang kita nikmati hari ini bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga harus kita jaga untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkasnya. (RM-06)










Discussion about this post