Referensimaluku.id, –Langgur – Festival Pesona Meti Kei (FPMK) yang menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Maluku Tenggara kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, diundang untuk menghadiri perhelatan tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Undangan itu disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum pembahasan penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Kebudayaan RI dalam pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Hanubun menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat terhadap FPMK yang selama ini menjadi etalase budaya masyarakat Kei. Ia menilai festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen strategis dalam mempromosikan potensi budaya dan pariwisata daerah kepulauan.
“Kami meminta kesediaan Bapak Menteri untuk hadir dalam Festival Pesona Meti Kei sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pemajuan budaya daerah,” ujar Hanubun melalui pesan WhatsApp.

Selain itu, Hanubun juga menyoroti posisi budaya Larvul Ngabal sebagai sistem nilai dan identitas masyarakat Kei yang memiliki relevansi luas dalam konteks kebudayaan nasional. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut mencerminkan kearifan lokal masyarakat kepulauan yang dapat menjadi rujukan dalam penguatan identitas budaya Indonesia.
“Budaya Larvul Ngabal merupakan identitas utama masyarakat Kei yang perlu terus diperkuat sebagai aset budaya nasional,” katanya.
Menanggapi undangan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut positif dan menyatakan kesediaannya untuk hadir pada pelaksanaan FPMK di Maluku Tenggara. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.
Audiensi ini menandai semakin eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kementerian Kebudayaan RI dalam upaya pengembangan kebudayaan lokal. Pemerintah daerah pun berharap kolaborasi ini mampu memperkuat eksistensi budaya Kei sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional yang berkelanjutan. (RM-07)










Discussion about this post