Referensimaluku.id, Ambon – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Ambon Dietje Pariama, S.Pd.,M.Si., menepis tudingan sejumlah orangtua siswa sekolah tersebut yang menuding pihaknya melakukan pungutan liar (pungli) di sekolah. “Tak ada yang namanya pungli di sekolah. Setiap pungutan atau pemotongan PIP siswa itu selalu dilakukan atas kesepakatan bersama kami dengan orangtua siswa. Kami tidak pernah bikin pemotongan seenaknya dan sepihak tanpa kesepakatan dengan orangtua siswa,” tegas Pariama kepada Referensimaluku.id via ponsel, Jumat (16/1).
Pariama menyebutkan dirinya paham benar siapa sosok atau otak intelektual di balik penyebaran berita hoaks soal Pungli di SMA Negeri 14 Ambon. “Kalau mau kritik orang atau mau kasih masuk berita hoaks, tolong koreksi diri dan tolong perhatikan apa sudah kerja betul, dan apa yang sudah dibuat. Jangan cari sensasi murahan untuk jadi pahlawan kesiangan. Ingat, kerja betul supaya dapat berkat dari Tuhan Allah,” sindirnya.
Pariama menyebutkan pemotongan Rp 20 Ribu dari PIP siswa itu dikarenakan selama siswa masuk sekolah pihaknya tidak melakukan pemotongan apapun, dan hal serupa juga banyak dilakoni sekolah-sekolah lain di Maluku. “Bukan kami saja yang lakukan pemotongan PIP, tapi banyak sekolah juga begitu, tapi sebelumnya itu kita minta kesepakatan orangtua siswa dan komite sekolah. Jadi kita tidak lakukan semuanya itu secara sepihak,” paparnya.
Dia mengakui ada pemotongan uang untuk sekadar uang bakso atau uang makan bagi guru pendamping maupun wali kelas yang mengurus administrasi siswa di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku maupun di polisi dan bank. “Apa salah kita kasih uang bakso atau uang makan untuk guru pendamping maupun wali kelas untuk urus rekening maupun surat-surat siswa agar tidak merepotkan orangtua siswa dan siswa itu sendiri. Bukankah ini juga kesepakatan kita bersama,” paparnya.
Mengenai kebijakan pihak sekolah menahan buku rekening siswa, jelas Pariama, langkah itu terpaksa ditempuh pihaknya untuk menghindari hilangnya buku rekening di tangan siswa, sebab pengurusannya ribet, berbelit-belit dan butuh waktu lama. “Kita tahan buku rekening karena sudah beberapa kali terjadi kasus buku rekening hilang saat dipegang siswa. Kita semua tahu kalau buku rekening hilang pengurusannya sangat panjang dan bertele-tele. Kita harus bolak-balik polisi dan bank hanya untuk bikin satu buku rekening. Agar tidak menyulitkan kami dan merugikan siswa, terpaksa kita tahan buku rekening siswa,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pemerintah pusat berupa uang tunai senilai Rp 1,8 juta.
Pariama, membenarkan adanya pemotongan dana PIP siswa SMA Negeri 14 Ambon.
“Memang benar ada pemotongan dana PIP milik siswa, untuk pembayaran iuran komite dan uang capeh untuk guru yang mengurus surat termasuk untuk wali kelas juga. Jadi kan, ada guru yang ke bank menemani siswa, di kasih 20 ribu, begitu juga kepada wali kelas dikasih yang sama, tetapi tidak sampai Rp 70 ribu,” akuinya.
Khusus untuk pemotongan iuran komite, kata Pariama, agar menghindari adanya tunggakan pembayaran dari siswa.
“Selama ini, banyak siswa yang nunggak bayar iuran komite sehingga kebijakan saya untuk langsung memotong dari bantuan PIP,” ulasnya.
Ia mengaku, diakhir tahun 2025 kemarin, pada SMAN 14 Ambon sebanyak kurang lebih 50 siswa kelas X dan XI yang menerima PIP dan potongan tersebut diberlakukan yang sama. “Khusus untuk kelas XII, iuran komite hanya di-bayar hingga Juni 2026,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Komite SMAN 14 Ambon, Ny Kempa, sempat geram saat mendengar adanya keluhan dari orang tua siswa terkait pemotongan dana PIP.
Dengan nada tinggi, ia meminta untuk membuka identitas dari sumber informan tersebut. “Itu orang tua dari siswa siapa ? kelas berapa ? siapa yang potong uangnya, tidak ada kok,” tandasnya geram.
Mendengar hal itu, kepala sekolah langsung melerainya dan menjelaskan, jika dirinya sudah klarifikasi. “Saya sudah klarifikasi, terhadap pemotongan uang yang juga diterima oleh ibu sebesar Rp 20 ribu per siswa itu bukan 70 ribu,” kata-nya sebagaimana dikutip Referensimaluku.id dari Siwalima, Kamis (14/1) sambil menenangkan Kempa. (RM-02)










Discussion about this post