Referensimaluku.id, Ambon – Janji manajemen PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku melalui UP3 Ambon memberikan pelayanan listrik maksimal sebelum dan sesudah perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 ibarat pepesan kosong dan penuh retorika. Masyarakat justeru menagih janji manajemen PT (Persero) PLN Wilayah Maluku dan UP3 Ambon di balik pemadaman lampu serentak di seluruh rayon Kota Ambon pada Senin (29/12) petang tanpa didahului pengumuman ke khalayak atau konsumen.
Kebiasaan manajemen PT PLN Wilayah Maluku dan UP3 Ambon memadamkan lampu di hari-hari penting bagi masyarakat akhirnya memunculkan asumsi liar jika tradisi ini sudah lama dilakukan pejabat-pejabat Badan Usaha Milik Negara itu untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompok dengan mencuri sisa jatah minyak di akhir tahun anggaran berjalan.
“Kita di Ambon ini kan ibu kota provinsi (Maluku), tapi kebiasaan pihak PLN mematikan lampu di akhir tahun seakan-akan menempatkan warga kota seperti masyarakat kecamatan dan kelurahan. Brengsek.Kerja hanya untuk pancuri minyak sisa,” kecam sejumlah warga Ambon sebagaimana dikuping Referensimaluku.id, Senin (29/12) malam.
Sumber menyebut manajemen PT PLN Wilayah Maluku seperti berwajah tebal di tengah kecaman masyarakat atas pemadaman lampu yang tak didahului pemberitahuan. “Cuaca hari ini kan panas, tak ada hujan tapi anehnya PLN matikan lampu tiba-tiba bikin barang-barang elektronik bisa rusak,” keluh sumber.
Mereka menuding DPRD Maluku “kawe-kawe” (banci, bencong) atau tak bertaji memaksa manajemen PT PLN Wilayah Maluku mengungkap praktik kotor pancuri sisa minyak di akhir tahun.
“Jangan sampai anggota dewan juga sudah dapat angpao lalu takut bersuara kritik keras PLN,” tuding sumber. Mereka menyebut permintaan maaf dari UP3 Ambon itu hanya kamuflase menutupi sandiwara pemadaman lampu tiba-tiba selama beberapa tahun terakhir ini. “Sudah padamkan lampu baru minta maaf. Dasar pembohong,” protes sumber. (RM-03)










Discussion about this post