Referensimaluku.id, Ambon – Pengurus dan anggota Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Moria, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethesda menggelar syukuran perayaan Natal dalam nuansa kesederhanan dan semangat kekeluargaan.
Perayaan syukuran Natal ini berlangsung di kediaman Theo Letelay, kawasan RT 002/RW04, Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon,Jumat (19/12/2025) malam.
Pendeta Jemaat GPM Bethesda, Chris Andries dalam refleksi Natal mengajak semua laki-laki sektor Moria untuk menghadirkan kedamaian bagi Rumah Tangga dan juga kepada lingkungan dan sesama warga Gereja.
Merefleksikan pembacaan Firman Tuhan dari Kitab Matius 1:18-25, Pendeta Chris menekankan pada intinya laki-laki Gereja harus rendah hati dan setia. Karena setiap pergumulan yang ada di tengah-tengah dunia ini merupakan tanggungjawab bersama sebagai orang percaya.
Laki-Laki Gereja juga, lanjut Chris, hendaknya setia pada perkara perkara kecil, dan sebagai orang percaya hendaknya Laki-laki Gereja memiliki karakteristik kesederhanaan seperti Yusuf dan Maria, sebagaimana yang tertera dalam bacaan Alkitab tersebut.
“Yusuf dan Maria adalah dua orang sosok yang bekerja menghadirkan damai sejahtera di dunia ini. Karena itu tugas laki laki Moria adalah membawa damai bagi keluarga dan Rumah tangga, dan dari rumah tangga itu kita bawa damai sejahtera bagi sesama kita,” ajak dia.
Lebih lanjut, Chris mengatakan, tugas yang ada pada pundak laki-laki Gereja sangat berat. Karena itu laki-laki dituntut untuk menjalani semuanya dengan rendah hati.
“Kalau kita jalani tugas ini dengan rendah hati, maka semuanya akan menjadi lebih ringan. Karena di dalam wadah ini, kita duduk dan berkumpul bukan saja memuliakan Allah, tapi harus menebarkan tugas dan kesaksian dalam kehidupan keluarga dan sesama untuk terus membangun Gereja,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Wadah Pelayanan Laki Laki Sektor Moria, Roy Pay, dalam pesan dan kesan Natal mengatakan, Natal Tahun ini mengusung Tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Sesama”. Natal adalah kabar sukacita, Kabar damai sejahtera, dan bukan kabar hoaks.
“Memang jika kita kaji kembali kehidupan kurang lebih setahun yang hampir berlalu ini, bukan saja suka cita yang kita terima, tetapi juga duka cita, bukan cuma damai, tapi ada juga perselisihan, bukan hanya kesejahteraan tapi juga penderitaan, bukan hanya bahagia tapi juga ada kesedihan,” tutur Roy.
Namun, lanjut Roy, satu yang perlu laki laki Gereja imani Kehadiran Yesus Kristus, harusnya tidak membuat resah, tidak buat luka hati, tidak patah hati, tidak sedih dan tidak takut.
“Kenapa kita tidak perlu dengan itu, karena kita memiliki Kristus Penolong yang lebih besar dari setiap masalah atau gumulan kita,” jelasnya.
Melalui momen perayaan syukur Natal ini, lanjut Roy, pengurus wadah Laki Laki Moria diajak untuk merenung kembali jejak pelayanan hampir setahun ini. Apa yang sudah diperbuat bagi Tuhan?
“Kita percaya bahwa selama ini kita sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk wadah ini, namun keterbatasan sebagai manusia biasa yang tidak luput dari setiap kekurangan bahkan kelalaian, dan lewat perayaan Nnlatal laki-laki Sektor Moria di malam ini, saya mengajak kita semua untuk saling mengasihi satu dengan yang lain, saling memahami dan saling memperbaiki, agar pelayanan kita akan terus berjalan dengan baik serta yang terpenting adalah Iman Kita Semakin dewasa bersama Kristus,” tutup Roy.
Hadir dalam syukur Natal wadah pelayanan Laki Laki Sektor Moria, di antaranya, Ketua RT 002/RW04, Jhon Embuay, Ketua Bakopel (Badan Koodinasi Pelayanan) Sektor Moria, Ny. K. Dolhalewan, Pengurus Bakopel, Majelis Sektor Moria, serta keluarga besar Laki-Laki Sektor Moria. (RM-02)










Discussion about this post