Referensimaluku.id, Ambon, Kementerian ESDM berencana menggunakan B50 penganti Bahan Bakar Solar di tahun 2026. Dan dipastikan tidak akan pernah lagi impor solar dari luar.
“Kalau B50 sudah diterapkan, itu pertanda bahwa kita tidak akan lagi impor solar. Jadi khusus solar tidak akan kita impor lagi,” kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy di Kantor DPD Partai Golkar Maluku, Kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Ambon, Selasa (11/11/2025).
Saat membuka Acara Syukur dalam rangka menyambut Gelar Pahlawan Nasional Jenderal TNI. H. M. Soeharto.
Selain itu, kata Lessy, selama ini telah diteliti bahwa E10 juga mau dimandatoring dan diteliti oleh Zulkifli Hasan dan kawan-kawan.
“Oleh Pak Zulkifli Hasan dalam satu kesempatan diskusi dengan 100 profesor indep dan didapati kalau Etanol ini bahan bakunya dari jagung, ubi, dan tebu,” katanya. Lessy juga memastikan bahwa salah satu program yang digalakkan untuk mencari alternatif mengatasi solar adalah dengan peningkatan sektor pertanian.
“Selama ini kita menanam ubi, itu.
tidak punya nilai. Jagung juga begitu, karena optikernya tidak ada.Tetapi setelah negara memandatorikan yang namanya E10, itu dampaknya luar biasa,” jelasnya.
Dia menjelaskan setiap hektar tanah akan menghasilkan puluhan juta rupiah dari komoditas jagung, ubi maupun tebu. Apalagi didukung dengan infrastruktur yang mendukung.
“Karena optikernya sudah jelas.
Pasti akan ada industri-industri etanol yang akan dibangun,” ungkapnya.
Dia mengungkap Pemerintahan Prabowo Subianto telah membuka luas lapangan perkebunan tebu di daerah Merauke, Papua.
“Hari ini di Merauke, pemerintahan Pak Prabowo telah membuka luas lapangan perkebunan tebu di sana dan akan dibangun juga pabrik etanol dengan kerja sama Toyota lewat investasinya,” paparnya. (RM-05)










Discussion about this post