REFMAL.ID, Ambon – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Maluku Barat Daya di Luang, Kecamatan Mdona Hyera, Filip Joseph Zacheus, S.Pi., M.Si menampik keras tudingan sebagian stafnya yang menudingnya melakukan pungutan liar dan “makan” Dana Operasional Sekolah (BOS) semenjak menjabat pimpinan sekolah vokasi tersebut.
“Itu fitnah keji. Saya tidak pernah melakukan pungli, apalagi mengambil sebagian dana BOS untuk memperkaya diri sendiri atau keluarga saya. Hanya Tuhan yang tahu semua ini,” tepis Filip kepada referensimaluku.id di Ambon, Selasa (2/9/2025).
Filip menyebutkan jumlah siswa SMK Negeri 5 MBD di Luang sesuai data 55 orang, namun senyatanya tidak sesuai jumlah tersebut. “Mengenai uang yang dimintakan dari siswa misalnya Rp 30.000 untuk uang komite per siswa per bulan, itu semua berdasarkan kesepakatan komite sekolah dengan orangtua siswa. Sekalipun sudah ada kesepakatan tapi ada juga siswa yang sampai lulus sekolah tidak pernah membayar uang komite. Jadi yang bilang kita lakukan pungli itu yang mana,” sanggahnya.
Filip mengungkapkan per tahun SMK Negeri 5 MBD di Luang mendapatkan kucuran dana BOS sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) hingga Rp. 160.000.000 (seratus enam puluh juta) tergantung jumlah siswa yang dimanfaatkan Baik Pak, – untk dana bos itu 100-160 juta, tergantung jumlah siswa, digunakan untuk belanja barang dan jasa, belanja pegawai dalam hal ini guru honor, perbaikan atap dan cat bangunan sekolah dan juga perbaikan kamar mandi.

Ini belum termasuk biaya angkut ATK dan biaya buruh pelabuhan maupun biaya-biaya tak terduga lainnya mengingat topogragi MBD yang terdiri dari pulau-pulau yang harus dijangkau dengan alat transportasi laut. “Semua terpakai habis untuk item-item belanja yang saya sebutkan tadi dan saya punya bukti kuitansi dan bukti pembayaran lain. Soal perjalanan dinas saya dari Luang ke Tiakur atau ke Ambon untuk kegiatan-kegiatan dinas di kabupaten maupun kegiatan MKS di provinsi itu merupakan hak yang harus saya ambil. Lalu saya makan dana BOS di item yang mana,” sebutnya.
Menyinggung bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak pakai, urai Filip, pihaknya sudah melaporkannya ke Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Anisah, SE bahwa itu merupakan bangunan lama, dan dengan anggaran BOS yang kecil pihaknya tidak mungkin dapat melakukan rehabilitasi gedung atau ruang kelas yang ada.
“Saya sudah ketemu Ibu Anisa dan saya jelaskan fakta sebenarnya yakni kalau bicara rehabilitasi gedung berarti menyeluruh dan anggarannya besar, sedangkan SMK Negeri 5 MBD hanya dapatkan dana BOS Rp 100-160 juta, sehingga yang dilakukan hanya perbaikan kecil-kecilan. Soal tudingan stafnya kalau dia jarang melaksanakan tugas di sekolah, Filip menampik hal tersebut dikarenakan agenda keluarga berkenaan dengan peneguhan sidi anak sulungnya, dampak gelombang, ketidakpastian jadwal kapal apalagi tak ada dermaga laut di Luang, serta melakukan sinkron data Disdukcapil dengan data ijazah elektronik siswa di Tiakur.
“Yang terjadi ketika terjadi salah paham, operator Dapodik tiba-tiba mengundurkan diri dan dia sengaja menghilangkan data-data guru honor yang digaji dari dana BOS, sehingga saya terpaksa harus turun tangan menyesuaikan data yang sebelumnya telah diinput operator. Banyak kendala sebenarnya yang perlu saya utarakan tapi cukup yang garis besarnya saja,” paparnya. Filip menyebutkan dirinya sangat tahu siapa oknum-oknum yang berupaya melengserkan dirinya dengan cara membunuh karakter dirinya di media massa. “Bukan baru satu kali saya diekspose seperti ini dan saya tahu siapa mereka.Mereka memang berniat menjatuhkan saya untuk merebut posisi saya. Bagi saya jabatan ini amanah dari Tuhan, tak perlu direbut dengan cara-cara kotor,” ketusnya.
Di bagian lain Kabid SMK Disdikbud Provinsi Maluku Anisa, SE mengakui Kepsek SMK Negeri 5 MBD di Luang Filip Joseph Zacheus sudah menemui dirinya untuk mengklarifikasi permasalahan sesuai yang diberitakan referensimaluku.id, belum lama ini. “Iya benar kakak dari kemarin dia ketemu saya, tapi saya bilang dia bikin laporan secara tertulis dan dia sudah bikin lalu saya suruh dia bawa laporan langsung ke pak Kadis (Drs.James Thomas Leiwakabessy, MM) dan ceritakan kronologis penggunaan uang. Dan kemarin itu juga dia sudah lapor ke pak kadis,” ungkap Anisa. (Tim RM)










Discussion about this post