
REFMAL.ID,- AMBON –Polisi menangkap IS (19), pelaku penikaman siswa hingga tewas saat perkelahian antarsiswa di Desa Hunuth Ambon, Maluku. Penikaman hingga tewas ini mengakibatkan bentrok antarkampung yang menyebabkan puluhan rumah terbakar.
Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam mengatakan IS diamankan di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu (20/8) pagi.
“Pelaku sudah kita amankan, inisialnya IS 19 tahun, masih pelajar statusnya,” ujarnya saat konferensi pers pada Kamis siang (21/8).
Imam menjelaskan pelaku dan korban masih berstatus pelajar dan bersekolah di sekolah yang sama.
“Mereka berdua sama-sama bersekolah di SMK 3 Ambon,” ucapnya.
Sementara ini peristiwa pembakaran sejumlah rumah di Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Iman mengaku telah mengantongi identitas pelaku dan saat ini dalam pengejaran.

Ia bilang penangkapan pelaku pembakaran telah didukung sepenuhnya oleh empat tokoh adat yakni Raja Hitu Lama, Raja Hitu Messing, Kades Hunuth dan Kades Waiheru.
“Intinya mereka (empat tokoh adat) bersepakat bahwa ini hanya kesalahpahaman yang tidak harus dibesar-besarkan dan berlarut-larut,” tuturnya.
Mereka juga bersedia untuk mengembalikan warga yang tengah mengungsi ke rumah masing-masing. Meski diklaim kondisi sudah berangsur normal, namun penempatan personel di lokasi bentrok masih terus dilakukan. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terutama bagi kepulangan pengungsi ke rumah mereka.
“Kami akan tetap menempatkan beberapa personel yang akan berjaga di sana,” katanya.
Perkelahian antarpelajar berujung satu siswa tewas ditusuk memicu bentrokan antarkampung. Akibat penusukan tersebut warga Desa Hitu di Maluku Tengah secara spontan melakukan penyerbuan terhadap warga Desa Hunut di Ambon.
“Sehingga merugikan yang lain, merugikan material, ada beberapa belasan rumah yang terbakar dan beberapa warga masih mengungsi,” katanya. (RM-06)










Discussion about this post