REFMAL.ID,-LANGGUR- Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan mengangkat tema “Stroke penyebab kematian dan kecacatan tertinggi dapatkah ditanggulangi?”, Selasa (19/8/2025).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp.Rad, Subsp. NKL (K) yang merupakan ahli radiologi, serta dr. Sita Setyowatie, Sp.N (K) yang merupakan spesialis neurologi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, dr. Gregorius B. P. S. Sutardi, Sp.OT., AIFO (K) menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang wajib dilakukan oleh akademisi.

“Kami dari IDI Maluku Tenggara dan Kota Tual turut memfasilitasi kedatangan profesor agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada para kader Posyandu yang merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat Desa/Ohoi. Lokasi pelaksanaan ditetapkan di Puskesmas Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Puskesmas Ohoi Ohoitahit, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Materi yang diberikan berfokus pada penyakit stroke serta langkah pencegahan sejak dini.
Menurut dr. Gregorius, angka kasus stroke di Maluku Tenggara dan Kota Tual cukup tinggi, umumnya sebagai komplikasi dari hipertensi dan diabetes. Namun, penanganan masih terkendala keterbatasan fasilitas kesehatan, khususnya belum tersedianya alat penunjang seperti CT Scan.

Prof. Anggraini Dwi Sensusiati dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya edukasi pencegahan stroke kepada kader kesehatan.
“Kami hadir untuk berbagi ilmu tentang pencegahan stroke. Kami melihat fasilitas kesehatan di Maluku Tenggara dan Kota Tual masih terbatas, misalnya belum adanya CT Scan. Namun, ada tiga alumni UNAIR yang sudah bertugas di daerah ini, sehingga kami ingin mendukung agar pelayanan kesehatan di sini dapat berkembang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tema stroke dipilih karena penyakit ini masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. “Kami ingin para kader sebagai ujung tombak kesehatan di desa dapat menyebarkan pengetahuan ini kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang benar, pencegahan bisa dilakukan lebih cepat sehingga angka kecacatan dan kematian akibat stroke dapat ditekan,” ungkap Prof. Anggraini.
Selain itu, pihaknya juga berharap kehadiran tim UNAIR di Maluku Tenggara dan Kota Tual dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, agar kedua daerah tersebut segera mendapatkan peralatan medis standar seperti CT Scan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan gaung agar fasilitas kesehatan untuk penanganan stroke di Maluku Tenggara dan Kota Tual semakin maju,” pungkasnya.
Kegiatan ini di akhiri dengan penyerahan cendramata dari UNAIR kepada Kepala Puskesmas Ohoi Ngilngof dan Ohoi Ohoitahit. (RM-07)










Discussion about this post