Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

Catatan Jurnalistik Kompas, Frans Pati Herin tentang kedamaian di Kariu. 

Januari 26, 2022
in Opini, Uncategorized
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

REFERENSIMALUKU.ID, – AMBON, – 

Baca Juga

Resensi, Tiga Wanita Perspektif Simone de Beauvoir

Sayap-Sayap Damai di Atas Pattimura: Refleksi Kepemimpinan Kolonel Sugeng Sugiharto

Dua Sahabat Awalnya Wartawan Kini Bergelar Doktor

Oleh :  Frans Pati Herin

Pesan Mengharukan dari Hasim

Dari halaman gereja yang pernah terbakar kala konflik, belasan perempuan berkerudung dengan kain putih panjang memagari beberapa pria berkopiah yang berdiri menjaga gerbang. Dentang lonceng dan tiupan seruling syahdu mengantar pendeta dan majelis jemaat mendekati gerbang dari luar.

 

Saat Hasim Tubaka, satu di antara pria berkopiah itu, diberi pengeras suara, ribuan pasang mata tertuju padanya. Mereka menyendengkan telinga menanti ucapannya. Suasana berubah hening. Gerimis terhenti, angin pun tak berembus, seakan tertahan menyaksikan goresan tinta sejarah itu.

Dengan suara lantang bergetar, Hasim berujar dalam bahasa daerah yang intinya ”selamat beribadah saudaraku, tolong jaga baik-baik… jaga baik”.

Pesan dari seorang Muslim itu menyentuh perasaan hingga sudut hati yang paling dalam. Bulu kuduk merinding, bola mata pun mulai berkaca-kaca.

Isak tangis tak terbendung saat Rais Hehanussa, tetua adat yang berdiri di samping Hasim, menyapa dalam bahasa daerah. Teriakan histeris dari belakang kerumunan memecah kesunyian. Diyakini, arwah leluhur hadir merasuki warga yang berteriak itu.

Selanjutnya, pendeta dan majelis jemaat dipersilakan masuk ke halaman Gereja Kristen Protestan Ebenhaezer di Desa Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang diresmikan pada Minggu (2/7) itu.

 

Hasim merupakan Penjabat Negeri (Desa) Hualoy, sebuah kampung adat di Pulau Seram, tepatnya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Warga Hualoy semuanya memeluk agama Islam, sedangkan semua warga Kariu beragama Kristen Protestan. Mereka terikat jalinan adat yang dinamakan gandong.

Gandong adalah hubungan antardua desa atau lebih yang pemimpin mereka berasal dari ayah dan ibu yang sama. Secara harfiah, gandong berarti kandung. Kain putih panjang yang dibawa beberapa perempuan berkerudung itu disebut kain gandong.

Merasa sebagai saudara kandung, warga Hualoy ikut dalam pembangunan Gereja Ebenhaezer yang prosesnya memakan waktu 8 tahun 7 bulan 15 hari. Sebagai tanda mata, anak tangga dari gerbang menuju pintu masuk gereja khusus dikerjakan warga Hualoy.

”Kami punya kewajiban untuk membantu saudara kami. Kami tidak melihat agamanya apa. Indonesia harus belajar dari sini,” kata Hasim, seraya menambahkan, pembangunan masjid di Hualoy pada era 1970-an juga dibantu warga Kariu.

Persekutuan gandong itu tidak hanya antara Hualoy dan Kariu, tetapi juga dengan dua negeri lain, yakni Aboru yang berjarak lebih kurang 15 kilometer dari Kariu dan Booi di Pulau Saparua, yang masih masuk Kabupaten Maluku Tengah. Persembahan khusus Aboru untuk gereja itu adalah mimbar pemberitaan firman, sedangkan Booi memberikan meja perjamuan kudus.

Berdasarkan penuturan sejarah, pemimpin Hualoy, Kariu, Aboru, dan Booi berasal dari keturunan Kerajaan Nunusaku. Ada tiga laki-laki dan satu perempuan. Hualoy merupakan laki-laki sulung dan Kariu adalah putri bungsu. Kendati terpisahkan gunung, laut, dan tanjung, persaudaraan keempat negeri itu serasa dekat. Gandong seperti Pancasila-nya mereka.

Meninggalkan kampung

Saat konflik sosial bernuansa agama pecah di Ambon pada 19 Januari 1999, Desa Kariu yang dijangkau dengan perjalanan laut sekitar satu jam dari Ambon terkena dampak. Kawasan kampung itu porak poranda. Warga Kariu, yang saat itu berjumlah sekitar 300 keluarga, mengungsi dari kampung mereka ke Desa Aboru. Kampung itu dikosongkan sejak 14 Februari 1999.

Lebih dari enam tahun kemudian, tepatnya 5 Juli 2005, warga Kariu bisa kembali ke kampung halaman. Selain jaminan dari pemerintah daerah dan aparat keamanan, kembalinya warga Kariu juga atas permintaan warga desa tetangga yang semuanya beragama Islam.

Oleh karena itu, saat peresmian gereja juga hadir perwakilan desa tetangga. Mereka bahkan menandatangani pernyataan kapata orang basudara (semua bersaudara) untuk bersama menjaga gereja tersebut.

”Saudara kami beragama Islam dari desa tetangga juga hadir menyiapkan hidangan makan siang saat peresmian ini. Kami sangat berterima kasih. Pengalaman masa lalu biar menjadi pelajaran. Mari kita wariskan yang baik-baik untuk generasi kita,” kata Sekretaris Panitia Pembangunan Gereja Ebenhaezer Isak Radjawane.

Banyak tamu dan undangan mengungkapkan kekaguman mereka melihat momentum itu semua. Ada Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku Ates Werinussa, sejumlah anggota DPRD Provinsi Maluku, serta beberapa tokoh perdamaian, seperti Pendeta Jack Manuputty dan pelukis sekaligus fotografer Zairin Embong Salampessy.

Said mengatakan, filosofi ”orang basudara” di Maluku sudah final meski sempat terkoyak konflik. Filosofi itu yang menyadarkan orang Maluku untuk kembali merajut persaudaraan.

Ia mencontohkan Masjid Jami di Kota Ambon dalam sejarahnya dibangun bersama umat Kristiani. Jelang Lebaran, umat Kristiani dari Desa Latuhalat biasanya datang membantu membersihkan masjid yang terletak di samping Masjid Raya Al-Fatah itu.

Sementara Ates berpesan agar kebersamaan diwujudkan lewat kehidupan keseharian masyarakat dan jangan hanya sebagai simbol belaka.

Adapun Jack dan Zairin memilih mengabarkan pesan persaudaraan itu lewat akun media sosial mereka. Pesan itu mendapat respons positif dari ratusan pengguna media sosial.

Gereja Ebenhaezer yang berdiri di atas lahan seluas 332 meter persegi itu memancarkan pesan keindahan dalam keberagaman hingga radius yang tak terhingga jaraknya di bawah kolong langit. Semesta kagum dan bangga menjadi saksi terukirnya sejarah persahabatan yang melampaui sekat perbedaan yang membuat haru dan mendamaikan hati.(*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Resensi, Tiga Wanita Perspektif Simone de Beauvoir

Resensi, Tiga Wanita Perspektif Simone de Beauvoir

by admin
Mei 1, 2026
0

Referensimaluku.id, -AMBON- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Sayap-Sayap Damai di Atas Pattimura: Refleksi Kepemimpinan Kolonel Sugeng Sugiharto

Sayap-Sayap Damai di Atas Pattimura: Refleksi Kepemimpinan Kolonel Sugeng Sugiharto

by admin
April 26, 2026
0

Referensimaluku.id, - AMBON- Oleh: Abdul Fattah Nur (Cecep) ...

Dua Sahabat Awalnya Wartawan Kini Bergelar Doktor

Dua Sahabat Awalnya Wartawan Kini Bergelar Doktor

by admin
April 23, 2026
0

Referensimaluku.id, -AMBON- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Intip Dapur Ketahanan Pangan, Siswa SMA Negeri 11 Ambon Belajar Langsung di Gudang Bulog

Intip Dapur Ketahanan Pangan, Siswa SMA Negeri 11 Ambon Belajar Langsung di Gudang Bulog

by admin
April 20, 2026
0

Referensimaluku.id, -AMBON- Sebanyak siswa-siswi kelas X dan XI...

Prabowo Sidak Mendadak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Aman dan Berkualitas

Prabowo Sidak Mendadak Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Beras Aman dan Berkualitas

by admin
April 20, 2026
0

Referensimaluku.id, -MAGELANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,...

Umasugi Sosok Birokrat Pemikir Raih Doktor Ilmu Hukum

Umasugi Sosok Birokrat Pemikir Raih Doktor Ilmu Hukum

by admin
April 18, 2026
0

Referensimaluku.id, --AMBON-- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Next Post
Anggota Polsek Haruku Terluka Tembak di Rahang Akibat Bentrok Ori dan Kariu 

Anggota Polsek Haruku Terluka Tembak di Rahang Akibat Bentrok Ori dan Kariu 

Lantik Pemuda Muhammadiyah SBB, Ansari Pertegas Dakwah Kolaborasi Bangun “Saka Mese Nusa”

Lantik Pemuda Muhammadiyah SBB, Ansari Pertegas Dakwah Kolaborasi Bangun "Saka Mese Nusa"

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id