Referensimaluku.id, –AMBON – Universitas Terbuka (UT) Ambon menggelar Wisuda Daerah Tahun 2026 pada Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 278 lulusan dari berbagai program studi, mulai dari Diploma, Sarjana (S1), hingga Magister (S2), resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung khidmat di Ambon.
Berdasarkan SK Rektor Nomor 5151/2024 hingga Nomor 2638/2025, total ada 676 lulusan yang ditetapkan dalam periode tersebut, dengan 278 di antaranya mengikuti wisuda hari ini.
Para wisudawan berasal dari beragam fakultas, dengan rincian: Pasa Sarjana Sebanyak 1 Orang, Fakultas Sains dan Teknologi 4, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) 141 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 82 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 49 orang, serta Sekolah Vokasi 1 orang. Mereka tersebar dari berbagai wilayah di Maluku, termasuk Kota Ambon 84 orang, Kabupaten Maluku Tengah 14 Orang, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara 24, Kabupaten Serang Bagian Barat 13 Orang, Kabupaten Seram Bagian Timur 6 Orang, Kepulauan Aru 11 Orang,Kabupaten Buru Selatan 49 orang, Kabupapten Kepulauan Tanimbar 28 dan Kabupaten Buru 28 orang, serta Kabupaten Maluku Barat Daya 21 Orang.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori, S.I.P., M.AP. membacakan Keputusan Direktur Nomor 17 Tahun 2026 tentang penetapan lulusan terbaik. Tiga mahasiswa berprestasi yang meraih predikat lulusan terbaik tahun ini adalah:
1. Alfianty Jessica dari Program Studi S1 Administrasi Negara, asal Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan IPK 3,92.
2. Ali Syafaat dari Program Studi S1 Ilmu Hukum, asal Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan IPK 3,92.
3. Sani Nur Halifah (NIM 031043191415) dari Program Studi Sistem Informasi asal Kabupaten Buru.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UT, Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, dalam wawancaranya menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi lulusan UT. Menurutnya, kehadiran UT di seluruh Indonesia bertujuan memberikan kesempatan belajar yang inklusif.
“Harapan kami, lulusan hari ini dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh, terutama penguasaan digital. Di era sekarang, kemampuan digital sangat krusial. Mereka harus mampu mentransfer pengetahuan ini kepada keluarga, masyarakat, dan tentu saja menerapkannya di tempat kerja,” ujar Prof. Dewi.
Ia juga meluruskan persepsi mengenai kemudahan kuliah di UT. “Kuliah di UT memang mudah, namun itu berlaku selama mahasiswa mau belajar secara mandiri. Seluruh bahan ajar kami disiapkan oleh dosen-dosen terbaik di Indonesia. Jika dipelajari dengan baik, mahasiswa pasti bisa lulus dengan cepat dan berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur UT Ambon, Yuli Tirta Riandi, mengajak para alumni untuk tidak berpuas diri. Ia berharap ilmu yang didapat menjadi modal untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Maluku.
“Kami berharap para lulusan terus mengasah ilmu dan tidak berhenti belajar. Berikan sumbangsih dan kontribusi nyata dengan ilmu yang dimiliki demi kemajuan Maluku ke depan,” kata Yuli.
Wisuda ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara UT dan pemerintah daerah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Brampi, mengungkapkan bahwa pemda setempat telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan UT selama empat tahun.
“Kerja sama ini sangat penting dan sejalan dengan visi-misi kepala daerah, khususnya dalam pemberian beasiswa pendidikan. Kami fokus mendukung peningkatan kualitas SDM, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga S2, termasuk bagi para guru di Kepulauan Tanimbar,” jelas Brampi.
Dengan adanya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan lulusan yang kompeten, diharapkan UT Ambon dapat terus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (RM-06)









Discussion about this post