Referensimaluku.id,–AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pertanian (Distan) mulai memperketat pengawasan kesehatan dan sistem distribusi hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah yang jatuh pada 27 Juni 2026 mendatang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Maluku, Fahmi M. Yusuf, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara yang diterima pihaknya, jumlah hewan qurban yang tersebar di puluhan titik penjualan di Kota Ambon telah mencapai 1.682 ekor — terdiri dari 862 ekor sapi dan 820 ekor kambing.
“Sesuai data stok hewan qurban yang masuk saat ini, sudah terdata sapi sebanyak 862 ekor dan kambing 820 ekor,” ujar Fahmi kepada wartawan di sela-sela kegiatan pengawasan hewan qurban di Desa Hunuth, Jumat (22/5).
Jumlah tersebut, menurut Fahmi, masih berpotensi bertambah menjelang Idul Adha karena sejumlah peternak dan distributor masih aktif melaporkan stok hewan qurban mereka kepada pihak dinas. “Kami akan terus melakukan pendataan, pengawasan, serta memastikan sistem distribusi hewan qurban berjalan lancar dan aman,” katanya.
Fahmi menjelaskan bahwa seluruh hewan qurban yang telah dilaporkan wajib menjalani pemeriksaan antemortem, yakni pemeriksaan kondisi kesehatan sebelum hewan disembelih, guna memastikan kelayakan dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Ia memastikan hingga saat ini Provinsi Maluku masih terbebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). “Tahun lalu Alhamdulillah bebas dari PMK, dan untuk tahun ini kondisi hewan qurban juga aman,” jelasnya.
Dibanding tahun lalu, Fahmi mencatat terjadi peningkatan jumlah hewan qurban sekitar 19 persen. Stok sapi naik dari semula sekitar 720 ekor menjadi 862 ekor, sementara kambing bertambah dari 750 ekor menjadi 820 ekor.
Untuk asal hewan qurban, sapi didatangkan dari Pulau Seram, Kabupaten Buru, dan Buru Selatan. Sedangkan kambing sebagian besar berasal dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). “Kalau sapi berasal dari Buru, Bursel, dan Pulau Seram, sementara kambing kebanyakan dari MBD,” terang Fahmi.
Ia juga mengimbau para peternak dan distributor agar senantiasa menjaga kesehatan hewan selama proses distribusi hingga penjualan. “Pengawasan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit pada hewan qurban,” katanya.
Sementara itu, Fungsional Medik Veteriner Ahli Pertama Distan Maluku, drh. Afrilliani Eka Putri, memastikan hasil pemantauan sementara menunjukkan seluruh hewan qurban berada dalam kondisi sehat. “Dari fisik maupun posturnya terlihat baik dan tidak ditemukan gejala penyakit pada hewan yang akan disembelih saat Idul Adha nanti,” jelas Eka.
Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, melainkan berlanjut setelah proses penyembelihan hingga penanganan dan distribusi daging kepada masyarakat. “Justru itu yang paling penting — sebelum daging disalurkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Eka turut mengonfirmasi bahwa Maluku masih berada pada zona hijau atau bebas PMK. “Alhamdulillah, Maluku masih zona hijau dan belum ditemukan kasus PMK di Provinsi Maluku,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak khawatir dalam mengonsumsi daging qurban karena seluruh proses pengawasan dilakukan secara ketat dan menyeluruh. “Masyarakat jangan takut dan jangan panik. Pengawasan dilakukan mulai dari sebelum penyembelihan, saat penyembelihan, hingga penanganan dan penyaluran daging kepada masyarakat,” pungkas Eka. (RM-04)










Discussion about this post