Referensimaluku.id,-Ambon — Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-11 Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Maluku yang digelar di Hotel Pasifik, Ambon, Sabtu, (9/5/2026), sontak menjadi hidup ketika Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, Sam Latuconsina, naik ke podium. Dengan gaya bicara yang tegas, lugas, dan sesekali mengundang tawa, Sam menyampaikan sambutan yang justru menjadi sorotan utama di antara rangkaian pembukaan Musprov hari ini.
Tanpa basa-basi, Sam langsung menyentil kondisi olahraga Maluku yang tengah mengalami kemunduran prestasi secara signifikan. Ia menyebut fakta pahit bahwa pada PON terakhir di Sumatera Utara/Aceh, Maluku hanya mampu bertengger di peringkat 31 dari seluruh provinsi peserta dengan perolehan medali emas yang sangat minim.
Namun alih-alih berpanjang lebar soal keterpurukan, Sam justru melempar tantangan kepada seluruh hadirin dengan kalimat yang langsung memantik perhatian.
“Di mana-mana, kalau mau memajukan olahraga, cuma orang gila saja yang mau. Jadi mari kita jadi gila bersama agar olahraga Maluku bisa maju!”*
Menurutnya, menjadi pengurus olahraga bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerelaan berkorban waktu, tenaga, bahkan materi — tanpa jaminan imbalan apapun. Ia sendiri pernah merasakan beratnya memimpin Pertina Provinsi Maluku sejak 2015, dan mengakui bahwa saat itu kemudahan akses sumber daya sebagai Wakil Wali Kota sangat membantunya.
“Tanggung jawab seorang ketua pengprov adalah mensinergikan semua potensi organisasi dan potensi atlet untuk mencapai prestasi. Itu bukan pekerjaan mudah,” tegasnya.
Sam menegaskan bahwa pelaksanaan Musprov XI adalah langkah yang sangat tepat dan mendesak. Ia menilai konsolidasi olahraga hanya bisa berjalan baik apabila dimulai dari pembenahan kepengurusan organisasi itu sendiri.
“Musyawarah provinsi adalah forum tertinggi pengambilan keputusan dalam organisasi. Ada tiga hal yang harus dilakukan — evaluasi kepengurusan lama, pilih ketua umum baru, dan tetapkan program kerja ke depan,” ujarnya mengingatkan.
Ia berharap Musprov hari itu menghasilkan pengurus yang benar-benar komit dan mau bekerja keras bukan sekadar memenuhi struktur organisasi di atas kertas.
Di hadapan seluruh peserta, Sam tak lupa menyampaikan penghargaan kepada Ketua Pengprov PASI Maluku yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Prof. Nus Saptenmo.
“Atas nama KONI Provinsi Maluku, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Nus yang telah membawa PASI Maluku melewati masa transisi yang penuh keterbatasan, hingga hari ini kita bisa melaksanakan Musprov dengan baik,”kata Sam.
Ia mengakui bahwa kepengurusan periode 2022–2026 adalah kepengurusan transisi yang bekerja dalam kondisi keuangan yang sangat minim, namun tetap mampu menyelesaikan masa baktinya dan mengantarkan organisasi pada pergantian kepemimpinan yang teratur.
Menutup sambutannya, Sam menyampaikan harapan besar kepada seluruh peserta Musprov agar momentum ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebangkitan atletik Maluku.
“Mudah-mudahan musyawarah ini menjadi momen strategis dalam kemajuan prestasi atlet, khususnya atletik, dan umumnya kemajuan olahraga Maluku secara keseluruhan,” pungkasnya disambut tepuk tangan peserta.
Musprov XI PASI Maluku turut dihadiri oleh perwakilan PB PASI Umar Yono , Staf Ahli Gubernur Maluku ,Yahya Kotta, jajaran pengurus KONI Provinsi Maluku, perwakilan cabang olahraga, serta pengurus PASI kabupaten/kota se-Provinsi Maluku baik secara langsung maupun daring. (RM-06)









Discussion about this post