Referensimaluku.id,-AMBON— DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku gulirkan turnamen sepak bola antarkampung bertajuk Soekarno Cup atau Liga Kampung U-17, sebuah ajang yang dirancang untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola muda dari seluruh pelosok Maluku. Hingga kini, sebanyak 74 tim dari empat zona telah resmi mendaftarkan diri.
Ketua DPD PDI-P Provinsi Maluku, Benhur Watubun, menjelaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Menurutnya, Liga Kampung Soekarno Cup merupakan wujud nyata komitmen partai dalam memasyarakatkan olahraga sekaligus menyaring talenta-talenta muda dari desa dan wilayah terpencil yang selama ini luput dari perhatian.
“Liga ini kami sebut Liga Kampung karena memang kita ingin melihat ini sebagai jalur pembinaan talenta-talenta muda dari seluruh pelosok. Tidak saja dari wilayah perkotaan, tapi juga dari desa dan sekitarnya,” ujar Benhur.
Turnamen ini direncanakan berlangsung di lima zona, yakni Kota Ambon dan Pulau Ambon–Lease, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Buru. Pembukaan resmi dijadwalkan pada 26 Mei 2026.
Ketua Panitia, Al Hidayat Wajo, menjelaskan bahwa peserta turnamen dikhususkan untuk pemain usia 17 tahun yang belum pernah mengikuti kompetisi profesional, termasuk turnamen U-17 yang diselenggarakan oleh PSSI. Setiap kampung diwakili oleh satu tim. Sebelum bertanding, seluruh pemain wajib menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan setempat, dilanjutkan proses screening oleh PSSI.
“Panitia berkewajiban berkoordinasi dengan PSSI mulai dari pendaftaran, screening pemain, hingga pelaksanaan pertandingan. Pengawas pertandingan pun langsung diturunkan dari PSSI,” jelas Al Hidayat.
Antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia. Di zona Maluku Tengah saja, 24 tim telah mendaftar, jauh melampaui kuota awal 16 tim. Seram Bagian Timur mencatat 16 tim yang telah terverifikasi, sementara Kota Ambon juga telah memenuhi kuota dengan 16 tim.
Pemenang dari masing-masing zona akan mewakili Maluku dalam putaran nasional Soekarno Cup yang rencananya digelar di Jawa Timur. Untuk itu, PDI-P Maluku akan membentuk tim talent yang bertugas memantau potensi pemain terbaik dari seluruh zona sejak babak penyisihan.
“Target kami harus menjadi pemenang di putaran nasional. Kami harus pastikan adik-adik kita yang terpilih benar-benar menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” tegas Al Hidayat.
Benhur menambahkan, Soekarno Cup juga dirancang sebagai ajang penyatuan olahraga dan budaya. Saat bertanding di putaran nasional, kontingen Maluku tidak hanya membawa tim sepak bolanya, tetapi juga menampilkan tarian budaya Maluku sebagai representasi identitas daerah di panggung nasional.
“Ini satu ajang yang menciptakan silaturahmi secara nasional dan membangun kebersamaan,” pungkas Benhur yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku. (RM-06)








Discussion about this post