Referensimaluku.id, –AMBON– R.M. David Fenanlampir resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Maluku periode 2026-2030. Penetapan ini terjadi melalui Musyawarah Luar Biasa Provinsi (Muslubprov) yang berlangsung di Ruang Rapat FKIP Unpatti, Ambon, Sabtu (2/5/2026), di mana ia terpilih secara aklamasi dari 11 Pengurus Cabang (Pengcab) se-Maluku.
Usai dilantik, David langsung menancapkan visi ambisiusnya: “Mewujudkan Muaythai yang Berprestasi, Berkarakter, dan Berdaya Saing di Level Nasional Menuju Pentas Internasional.” Ia menegaskan bahwa era baru Muaythai Maluku tidak boleh lagi sekadar menjadi peserta pasif dalam kompetisi.
“Maluku bukan cuma ikut tanding, tapi harus jadi lumbung atlet Muaythai yang disegani di PON, SEA Games, bahkan World Championship, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai budaya Maluku,” ungkap David dengan tegas.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, Pengprov MI Maluku di bawah kepemimpinan David akan menjalankan delapan misi strategis selama empat tahun ke depan:
1. Pembinaan Atlet Berjenjang & Berkelanjutan:
Membangun sistem pembinaan terstruktur mulai dari usia dini hingga senior di seluruh 11 kabupaten/kota. Ini mencakup seleksi terbuka, pemusatan latihan daerah (puslatda) rutin, serta mendatangkan pelatih berlisensi nasional dan internasional.
2. Peningkatan Kualitas SDM (Pelatih, Wasit, Juri):
Memfasilitasi sertifikasi berkala setiap tahun bagi pelatih, wasit, dan juri. David berencana membentuk “Muaythai Maluku Coaching Clinic” agar SDM lokal selalu update dengan regulasi terbaru Federasi Muaythai Internasional (IFMA).
3. Ekosistem Kompetisi Berkualitas:
Menghidupkan kembali Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Kejuaraan Daerah (Kejurda), dan Liga Muaythai Maluku. Target besarnya adalah menjadikan Maluku sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun 2027.
4. Tata Kelola Organisasi Profesional & Transparan:
Menerapkan digitalisasi data atlet, keterbukaan laporan keuangan, serta evaluasi program setiap enam bulan. “Pengurus harus bekerja secara kolektif, bukan one man show,” tegasnya.
5. Kemitraan Strategis & Kemandirian Dana:
Tidak lagi bergantung 100% pada dana hibah. Pengprov akan aktif menggandeng KONI, Dispora, BUMN, serta sektor swasta untuk sponsorship, sekaligus membentuk unit usaha milik Pengprov.
6. Pemassalan & Pelestarian Nilai Budaya:
Memperkenalkan Muaythai sebagai ekstrakurikuler di sekolah dan kampus, serta mengkampanyekan tradisi “Wai Khru” sebagai bagian dari pendidikan karakter dan disiplin.
7. Jaminan Kesejahteraan Atlet:
Fokus pada perlindungan hak-hak dasar atlet selama masa pembinaan.
8. Apresiasi Prestasi & Jaminan Kesehatan:
Memperjuangkan bonus, beasiswa, hingga bantuan pekerjaan bagi atlet berprestasi. Yang paling krusial, David memastikan adanya jaminan kesehatan komprehensif saat atlet berada di Training Center (TC) maupun saat bertanding.
“Kita harus memastikan ada jaminan kesehatan saat pemusatan latihan dan tanding. Atlet yang sejahtera dan terlindungi akan tampil maksimal,” tandas David menutup paparannya.
Dengan delapan misi konkret ini, masyarakat Maluku berharap Muaythai dapat kembali bersinar dan menjadi salah satu cabang olahraga andalan provinsi di tingkat nasional maupun internasional. (RM-06)








Discussion about this post