Referensimaluku.id, –Ambon — Situasi keamanan di Maluku menunjukkan tren positif yang signifikan. Memasuki bulan April yang sebelumnya kerap diwarnai kekhawatiran, tahun ini justru berlangsung kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan, menandakan semakin kuatnya ketahanan sosial warga terhadap isu-isu lama, termasuk narasi yang dibawa kelompok Republik Maluku Selatan (RMS).
Pangdam XV/Pattimura, Dodi Triwinarto, menegaskan bahwa Maluku kini berada dalam fase baru yang lebih damai dan produktif. Menurutnya, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga persatuan, dibanding terpengaruh ajakan yang berpotensi memecah belah.
“Kesadaran masyarakat hari ini jauh lebih kuat. Mereka tidak lagi mudah terprovokasi oleh isu-isu lama yang tidak relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Ia menilai, gerakan seperti RMS tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Justru sebaliknya, berisiko merusak stabilitas yang telah dibangun dengan susah payah pascakonflik. Fokus pembangunan, kata dia, kini harus diarahkan pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan generasi mendatang.
Pangdam juga menegaskan kehadiran TNI dan Polri bukan untuk menciptakan rasa takut, melainkan menjamin rasa aman bagi seluruh warga. Ia mengapresiasi sikap masyarakat yang secara mandiri menolak segala bentuk provokasi.
“Rakyat Maluku sudah semakin cerdas. Mereka tidak ingin lagi terjebak dalam janji kosong atau gerakan yang hanya memecah belah. Kita harus jaga nilai persaudaraan ‘Pela Gandong’ sebagai kekuatan utama,” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas di pasar, pelabuhan, hingga perkantoran berlangsung lancar tanpa ketegangan berarti. Kondisi ini menjadi indikator bahwa pengaruh RMS semakin melemah, terutama di kalangan generasi muda yang lebih memilih fokus pada pendidikan, pekerjaan, dan peluang di tingkat nasional maupun global.
Pemerintah bersama aparat keamanan pun terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis guna menjaga stabilitas daerah, sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (RM-06)








Discussion about this post