Referensimaluku.id, Ambon – Praktik nepotisme merebak di tubuh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. Hanya lantaran memiliki hubungan besan dengan mantan Kepala BKSDA Maluku Dany Pattipeilohy yang sudah dimutasikan ke Manado, Sulawesi Utara, pensiunan petugas BKSDA Maluku John Syaranamual dikaryakan lagi di instansi ini.
Kebijakan nepotisme Kepala BKSDA Maluku Irwan Efendy ini menuai kecaman dari pegawai internal BKSDA Maluku. “Apakah di Maluku kekurangan sumber daya manusia di bidang kehutanan dan sumber daya alam. Tidak juga kok,” heran sejumlah sumber di BKSDA Maluku kepada referensimaluku.id di Ambon, Rabu (25/2/2026).
Menurut sumber sembari berlogika kalau seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia yang pensiun tak dapat dikaryakan lagi sebagai polisi untuk menjaga Kamtibmas. Begitu juga seorang purnawiaran Tentara Nasional Indonesia tak mungkin dikaryakan lagi bertugas di Papua sebagai anggota TNI. “Kok di BKSDA Maluku bisa. Ini argumen sesat,” kritik sumber tersebut.
Sementara itu kepala BKSDA Maluku Irwan Efendy mengakui John Syaranamual adalah petugas yang telah pensiun namun dikerjakan lagi di BKSDA Maluku.
“Jadi, Pak Johny (Syaranamual) itu setelah pensiun, kemudian kita angkat sebagai tenaga harian lepas untuk membantu teman-teman di pos pelabuhan.
Karena pengalaman yang bersangkutan selama bertugas,” dalih Efendy ke redaksi Referensimaluku.id di ruang kerjanya, Rabu (25/2).
Terkait dengan penanganan satwa dilindungi, kata Efendy itu ditangani oleh Polisi Hutan (Polhut) dan petugas pelapor. “Karena ada Polhut, beliau pasti bersama-sama dengan petugas Polhut. Jangankan beliau, anda pun kalau orang biasa menemukan kan bisa melaporkan, apalagi tertangkap tangan. Masyarakat juga kan bisa secara umum.
Jadi, kami perbantukan Pak Johny di sana untuk membantu teman-teman di pos pelabuhan, memberikan.
informasi, atau membantu lain tidak dalam proses penegakan,” sebut Efendy. (Tim RM)










Discussion about this post