Referensimaluku.id, Ambon – Warga Kota Ambon dan sekitarnya dari waktu ke waktu kian resah dengan aksi kelompok pencuri (“tukang tou’) dan pengacau (“tukang kaco”) yang menamakan diri mereka “Bataso” atau “Bandel Tapi Sopan”. Para personel-personel “Bataso” adalah anak-anak putus sekolah, anak-anak “broken home” (ayah dan ibu bercerai) dan sebagian preman yang berperan sebagai otak intelektual di balik aksi copet, aksi pencurian barang berharga dan pemalakan di Pasar Mardika dan Pasar Gambus, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.
Geng “tukang tou” dan “tukang kaco” (pembuat onar) ini saban hari minum “sopi” (miras tradisional) di seputaran Pattimura Park, Ambon. Geng ini disinyalir berada di balik aksi perusakan dan pencurian ornamen-ornamen Patung “Ambon City of Music” di seputaran Pattimura Park Ambon.
Anehnya, Pemerintah Kota Ambon masih diam dengan aksi kelompok preman yang sudah sangat meresahkan warga Kota ini. Yang menyedihkan, lokasi mangkal kelompok penyamun ini persis berada di samping Markas Kepolisian Sektor Sirimau atau Pos Kota dan di depan Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1504 Ambon Mereka seakan-akan dipelihara untuk kepentingan isi perut oknum-oknum pemangku kepentingan di Polsek Sirimau dan Kodim 1504 Ambon.
Karena “dianakemaskan” pada Minggu (15/2/2026) segelintir anggota Bataso bentrok dengan sejumlah pemuda di Pasar Lama, Ambon. Polisi juga diam tak menangkap para pelaku. Mereka diduga “dipelihara” oknum-oknum pemangku kepentingan tertentu untuk transaksi dana pengamanan bernama Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). (Tim RM)










Discussion about this post