Referensimaluku. Id, -Ambon–Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-18 KSP Credit Union Hati Amboina bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum yang digelar di Ambon itu menjadi momentum penting menandai perjalanan 19 tahun koperasi tersebut memasuki fase pemekaran serta evaluasi serius terhadap kinerja keuangan.
Kegiatan ini berlangsung di Zets Hotel, Selasa (17/02/2026), bahkan kegiatan ini juga disiarkan secara daring bagi anggota di luar Pulau Ambon.
Ketua Puskopcuina yang diwakili pengurus, Edi V. Petebang, S.Sos, menyebut konsistensi CU Hati Amboina dalam menggelar RAT selama 18 kali menjadi bukti tata kelola organisasi yang berjalan baik. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat.
Mulai tahun 2026, CU Hati Amboina akan melahirkan dua koperasi baru hasil pemekaran, yakni CU Hati Nuhu Evav dan CU Hati Duan Lolat. Selasa (17/02/2026).
Menurut Edi, langkah ini bersifat strategis agar pelayanan koperasi semakin dekat dengan anggota di tingkat kabupaten/kota. Namun ia mengingatkan agar koperasi induk tidak tertinggal dari hasil pemekaran tersebut.
“Dua CU baru yang akan berdiri kabarnya sudah mengantongi sekitar dua ribu anggota, sementara di Ambon masih seribuan lebih. Ini tantangan serius untuk bertumbuh,” ujarnya.
Berdasarkan data jaringan nasional, CU Hati Amboina menempati peringkat 24 dari 45 credit union anggota sekunder nasional, baik dari sisi jumlah anggota maupun aset.
Namun dari sisi rasio pinjaman beredar, posisinya masih di papan bawah, yakni sekitar 36,7 persen atau berada di peringkat 42 dari 45 CU.
Padahal, rasio pinjaman ideal berada di kisaran 70–80 persen agar koperasi simpan pinjam mampu menghasilkan pendapatan optimal. Rendahnya angka pinjaman beredar menunjukkan dana anggota belum berputar secara maksimal.
Edi menegaskan, keberhasilan koperasi hanya dapat dicapai bila tiga fondasi utama dijaga, yakni transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan.
Pengurus harus dipercaya dalam mengelola dana anggota, sementara anggota juga wajib menjaga komitmen pengembalian pinjaman tepat waktu.
“Credit union itu people helping people. Anggota tidak boleh hanya menabung, tetapi juga berani memanfaatkan pinjaman produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus CU Hati Amboina, Pastor Jemmy Balubun, MSC, menyebut pemekaran sebagai momentum bersejarah setelah 19 tahun koperasi berjalan sebagai satu entitas.
Menurutnya, ke depan gerakan koperasi akan berdiri lebih mandiri di daerah dengan struktur organisasi baru.
Ia mengakui perjalanan koperasi belum sepenuhnya sempurna. Fluktuasi aset, pinjaman, dan deposito menjadi dinamika yang terus dihadapi, meski tren pertumbuhan tetap menjadi target utama.
“Pemekaran bukan sekadar administrasi. Ini soal keberanian untuk mandiri dan memastikan gerakan tetap hidup, bukan hanya papan nama baru,” katanya.
Ketua Panitia RAT, Lidya M. Ivakdalam, melaporkan kegiatan ini diikuti sekitar 150 anggota dari Kantor Cabang Ambon, kantor cabang kecil, Cabang Saumlaki, serta kantor pembantu di Dobo dan Kei Besar. Total anggaran pelaksanaan RAT mencapai Rp59 juta.
RAT membahas laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Tahun Buku 2025 sekaligus menetapkan program kerja serta anggaran tahun 2026.
Diharapkan, momentum pemekaran dan evaluasi kinerja keuangan menjadi titik tolak memperkuat pertumbuhan anggota, aset, serta rasio pinjaman beredar.
Dengan jaringan nasional yang menaungi 45 credit union di 25 provinsi dan sekitar 600 ribu anggota, CU Hati Amboina diingatkan untuk tidak berjalan sendiri.
Tantangan ke depan dinilai semakin jelas, yakni memperbesar partisipasi anggota, memperkuat perputaran dana, dan memastikan koperasi benar-benar menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat Maluku. (RM-06)










Discussion about this post