Referensimaluku.id, Ambon –– Aparat Kepolisian Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease terus berupaya memburu pelaku penikaman pedagang petasan, Hawa Bahta (54).
Pelaku yang diduga kuat hendak mencuri, kini dalam pemburuan Kepolisian Polresta Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease.
Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kompol Androyuan Elim S.IK., MH mengatakan bahwa penganiayaan terhadap ibu Hawa Bahta dilokasi depan kampus PGSD Universitas Pattimura Ambon itu Polisi sudah lakukan upaya maksimal untuk penyelidikan.
“Saksi yang kita sudah kantongi itu sekitar 8 saksi termasuk korban. Dari 8 saksi itu yang sudah melakukan pemeriksaan itu 5 saksi, dan 3 saksi lainnya ini memang masih berhalangan. Kita sudah berkomunikasi dan ada juga saksi di bawa umur jadi kita harus berkomunikasi dengan orang tuanya”, kata Kasat Reskrim kepada media ini diruang kerjanya, Rabu 17 Desember 2025.
Androyuan menyebut, terkait dengan CCTV di enam titik, yang pertama itu dilokasi TKP dan sekitarnya. Dari enam CCTV itu ada dua tempat CCTV rusak termasuk di TKP tersebut. Dan satu CCTV di Indomaret itu akan di bagian dalam dan waktu kejadian toko sudah tutup sehingga tidak terekam di luar lagi.
Lebih lanjut kata Dia, ada beberapa tempat CCTV kita sudah ambel tetapi tidak terarah ke pelaku. Kita juga sudah telusuri di tempat penjualan petasan dan kita analisakan kalau memangnya dia pencurian petasan milik korban itu kemungkinan dijual ke tempat lainnya.
“Kita sudah upaya penyelidikan bahkan di TKP pun kita sudah penyedikan dari ujung ke ujung tempat penjualan petasan tersebut. Kita juga upaya mengumpulkan foto – foto residivis, kasus – kasus pencurian yang pernah terjadi dan kita sudah ambel foto-fotonya untuk ditunjukkan kepada korban”, ucapnya.
Dia mengungkapkan, Dari 15 foto yang kita tunjukkan belum ada yang ditemukan pelaku. Kemudian kita sudah upaya untuk mendatangkan tim dari INAFIS untuk melakukan scen wajah dan saat kita komunikasi dengan korban, korban memang belum bisa menjelaskan ciri – ciri pelaku.
Hanya korban menyatakan bahwa hanya mengetahui topi saja dan baju berwarna gelap dan celana berwarna gelap, itu saja yang disampaikan oleh korban, ujarnya.
Kita berusaha mencari petunjuk karena kita harus mengidentifikasi pelaku, nah pelaku ini kan kita bisa identifikasi karena dari petunjuk. Dan petunjuk – petunjuk itu kita sudah telusuri semua tetapi sementara ini belum ada, ujarnya.
Tetapi kita dari Kepolisian tidak menyerah dan kita pasti upaya bagaimana caranya sehingga kasus ini bisa terungkap. Kita berharap dengan adanya kejadian ini juga, mungkin yang pertama kita perhatikan juga dan kita berharap dari korban bisa cepat sembuh dan bisa kembali stabil seperti sedia kala.
“Dari keluarga korban maupun dari saksi – saksi mungkin mengetahui kejadian itu tetapi belum sempat di sentuh oleh Kepolisian mungkin bisa membantu untuk melaporkan kepada Polresta Pulau Ambon khususnya Kasat Reskrim sehingga kita bisa koordinasi dan kita bisa sama – sama berupaya untuk mengungkap pelaku tersebut, tandanya. (RM-06)










Discussion about this post