Referensiamaluku.id,-Ambon – Untuk menyiapkan generasi emas 2045, SD Al- Fatah 2 Ambon terus berupaya untuk mencerdaskan anak – anak didik dengan menambahkan satu program ekstrakurikuler berbahasa Jepang sebagai bekal sebelum masuk sekolah jenjang atas.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Al-fatah 2 Ambon, Rizal Salasa S.Pdi yang ditemui media ini di ruangnya, 9 Desember 2025.
“Disemester kemarin itu kami menambah satu program ekstrakurikuler berbahasa Jepang. Semua ini untuk menjawab tantangan Indonesia kedepan, ujarnya.
Karena ada pernyataan dari Bapak Presiden Prabowo itu bahwa Presiden minta dari negara – negara bersahabat di luar negeri itu untuk mengambil SDM di Indonesia dengan syaratnya harus menguasai bahasa asing.
Dengan pernyataan Presiden itu, dan nantinya sekolah – sekolah itu akan memasukan bahasa Portugis. Nah, SD Al- Fatah 2 Ambon sendiri sudah punya langkah strategis itu dengan memasukkan bahasa Jepang sebagai program ekstrakurikuler.
“Saya kira ini dampak kongkret untuk menyiapkan SDM yang unggul yang tentunya lahir dari SD Al- Fatah 2 Ambon, ucapnya.
Kemudian kata Dia, untuk olahraga sendiri kami terus mematangkan masalah ekstrakurikuler karate yang sudah menjadi ikon di SD Al- Fatah 2 Ambon, karena semenjak saya belum menjabat sebagai Kepala Sekolah belum ada ekstrakurikuler karate ini, ujar Rizal.
“Kedepannya persiapan kami itu ikut kompetisi, karena sudah satu tahun ini saya lihat perkembangan anak – anak punya semangat latihan maupun kemampuan individu itu sangat meningkat”, ungkapnya.
Oleh karena itu, kami harus sudah siap untuk berkompetisi di ajang mana saja. Haparanya, tahun depan ada dari SD Al -Fatah 2 Ambon yang lolos Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Namun, kami punya kendalanya masih kurang sarana dalam hal sarana latihan. Mungkin lewat momen ini ada perhatian dari kita semua untuk mari sama – sama kembangkan generasi emas ini.
Intinya SD Al- Fatah 2 Ambon tidak hanya menjalankan rutinitas pembelajaran normatik tidak, tetapi upaya keras saya sebagai pimpinan sekolah terus memupukkan minat dan bakat sekaligus menjawab tantangan – tantangan kebutuhan masa depan bangsa.
Saya kira ini sangat penting, jadi tidak hanya sebatas menjawab kurikulum – kurikulum nasional saja tetapi bagaimana membaca peluang bangsa ini secara global, terangnya.
“Kita jangan lagi berputar pada rutinitas biasa. Kalau hanya sekedar sekolah, masuk pulang itu banyak sekolah di seluruh Indonesia. Tetapi ada nilai – nilai ples yang tentunya untuk kebaikan generasi bangsa”, tutupnya. (RM-04)










Discussion about this post