REFMAL.ID, Surakarta –Atlet muda berbakat asal Maluku, Adam Dace Latupeirissa mencetak prestasi gemilang setelah meraih medali perak di nomor 800 meter putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U-18, U-20, dan Senior 2025 yang digelar di Stadion Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah. Ajang bergengsi atletik kelompok umur under 18 dan under 20 tahun yang dimulai pada 29 Agustus hingga 4 September ini menjadi panggung bagi Latupeirissa untuk menunjukkan kemampuannya yang luar biasa.
Mewakili Maluku, Latupeirissa berhasil membukukan waktu impresif 1: 57.11 detik. Dia harus mengakui pelari asal DKI Jakarta, Bilal Bilano yang menempati urutan pertama dengan catatan waktu 1 : 57.08. Sementara urutan ketiga diraih pelari tuan rumah, Jawa Tengah, Muhammad Fauzan dengan torehan waktu 1:57.59 detik.
Pelatih Atletik Maluku, Viera Hetaria mengucapkan rasa bangganya atas pencapaian Latupeirissa di Kejurnas kali ini.
“Puji Tuhan, meski meraih perak, namun hasil ini adalah buah dari kerja keras tim. Adam sudah menunjukkan mental dan performa luar biasa di lintasan. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkap Viera kepada Referensimaluku.id, Selasa (2/9) malam.
Mantan sprinter nasional asal Maluku ini menyebutkan pada Kejurnas 2025 ini, ada lima atlet yang mewakili Maluku dan satu atlet berhasil membawa pulang medali perak.
“Ada juga atlet Maluku yang tampil di nomor 800 putra, yakni Wempi Pelamonia, namun Wempi hanya mampu finish di urutan kelima, ” ungkap dia.
Viera juga berharap, hasil yang diraih oleh Latupeirissa bisa menjadi penyemangat bagi atlet lain agar ke depan bisa lebih baik lagi saat tampil di ajang yang lain.
“Kami berharap dengan capaian ini menjadi modal berharga sekaligus menjadi evaluasi bagi tim pelatih agar bisa menyiapkan atlet lebih maksimal sebelum mereka turun di event sesungguhnya,” tegasnya.
Bagi Viera, keberhasilan anak asuhnya ini tidak datang sendirian. Melainkan butuh kerja keras selama proses latihan selama ini.
“Prestasi ini semakin menunjukkan potensi besar atlet-atlet Maluku mampu bersaing di ranah nasional, ” cetusnya menutup pembicaraan. (RM-02)










Discussion about this post