REFMAL.ID, Ambon – Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Maluku, Ode Abdurrachman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku, James Leiwakabessy, atas langkah tegas mereka untuk membersihkan dan membasmi “sarang tukang pancuri” di dunia pendidikan Maluku. Maklum, selama lebih kurang lima tahun terakhir ini Dinas Dikbud Maluku tak lebih dari lokasi berkumpul “para tukang tou” kepeng pendidikan yang berdampak pada penurunan mutu pendidikan Maluku secara nasional.
Mulai staf, kepala seksi, kepala sub bagian, kepala bagian hingga kepala dinas merupakan satu sistem komando penyokong “Rezim Tukang Tou” yang tersingkir di suksesi Gubernur Maluku pada 26 November 2024 silam.
Dukungan Ketua IGI Provinsi Maluku ini disampaikan yang bersangkutan menanggapi berita Referensimaluku.id, Rabu (18/6/2025) yang viral tentang kemarahan Gubernur Lewerissa yang mendesak James Leiwakabessy untuk membongkar “sarang pancuri” di Dinas Dikbud Maluku, termasuk isu mutasi oknum operator dana Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di 11 kota/kabupaten di Maluku yang diduga memeras guru-guru untuk kepentingan pribadi.
“Kami dari IGI Maluku sepenuhnya mendukung kebijakan Gubernur Maluku Pak Hendrik Lewerissa dan langkah nyata Pak James Leiwakabessy dalam menertibkan sistem yang selama ini menjadi beban bagi guru-guru di Maluku,” tegas Ode Abdurrachman sebagaimana diterima redaksi Referensimaluku id, Kamis (19/6).
Ia menyatakan langkah ini merupakan angin segar bagi dunia pendidikan Maluku yang selama ini kerap diwarnai praktik tidak transparan. “Guru-guru harusnya fokus mengajar, bukan dipusingkan dengan urusan administratif yang dipersulit atau bahkan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Ode.
Ode mengapresiasi keberanian Gubernur Lewerissa dan Kadis Dikbud James Leiwakabessy dalam mengambil tindakan tegas memutus mata rantai konspirasi merampok dana-dana pendidikan di Dinas Dikbud Maluku. “Ini bukti bahwa Pemprov Maluku serius membenahi tata kelola pendidikan. Kami berharap langkah ini bisa menjadi awal dari perbaikan sistem yang lebih adil dan profesional,” tutur Ode.
Sebagai organisasi guru yang fokus pada peningkatan mutu guru, lanjut Ode, pihaknya sama sekali tidak menutup mata pada hal-hal yang ada kaitannya dengan perjuangan hak serta kesejahteraan guru. “IGI Maluku siap mendukung penuh setiap kebijakan yang bertujuan memastikan layanan pendidikan berintegritas bebas dari praktik praktik manipulasi hak dan kewajiban guru berupa pemerasan, suap, karena akan menghambat kemajuan mutu pendidikan di Maluku,” cetus Ode.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan guru-guru di Maluku bekerja dengan nyaman dan tanpa tekanan dari praktik-praktik tidak terpuji, khususnya pelayanan yang kaitannya dengan tindakan pencegahan dan penindakkan terhadap pemerasan yang merugikan keuangan negara oleh aparatur sipil negara di Dinas Dikbud Maluku,”tegas Ode.
Dukungan IGI Maluku ini, sebut Ode, diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, transparan, berkualitas dan bersih dari kebiasaan tou kepeng pendidikan. (RM-02/RM-04)










Discussion about this post