Referensimaluku.id, –Ambon– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data hilal untuk penentuan awal bulan Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Pemantauan rukyatul hilal di Ambon dipusatkan di titik lokasi Karang Panjang, belakang Patung Christina Martha Tiahahu, Ambon.
Berdasarkan hasil perhitungan BMKG, konjungsi (ijtima’) terjadi pada pukul 05.00.55 WIT. Matahari terbenam pada pukul 18.21.56, sementara Bulan terbenam pada pukul 18.45.39. Ketinggian hilal tercatat sebesar 4,422 derajat dengan elongasi 8,40 derajat, lag 23,72 menit, dan fraksi iluminasi bulan sebesar 0,48 persen.
Koordinator Tim Data dan Informasi BMKG Maluku, Supartoyo, menjelaskan bahwa ketinggian hilal tersebut masuk dalam kategori kecil hingga sedang.
“Kalau melihat potensi keterlihatan hilal dengan ketinggian empat derajat ini, ini masuk kategori kecil hingga sedang. Kalau di Ambon sendiri, kita melihat situasi cuaca saat ini sedang berawan. Potensinya sangat kecil sekali untuk terlihat, walaupun ketinggiannya sudah di atas empat derajat dan sudah melampaui ketentuan Mabims,” ujar Supartoyo.
Sementara itu, Kabid Binmas Islam Kanwil Kemenag Maluku, Yasir Rumadaul, yang membacakan pernyataan Kakanwil Kemenag Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal yang dilakukan bersama BMKG Provinsi Maluku menunjukkan hilal baru mencapai ketinggian 4,422 derajat.
“Oleh karena itu, kami menunggu kepastian dari hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta,” ujar Yasir membacakan pernyataan Kakanwil.
Yasir menambahkan, hasil pemantauan hilal dari Ambon akan dilaporkan melalui aplikasi Rukyatul Hilal Kementerian Agama untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat tingkat pusat guna menetapkan 1 Zulhijah 1447 H dan Hari Raya Idul Adha 1447 H. (RM-06)










Discussion about this post